Pria yang berusia 30-an tahun itu ditemukan di pinggir sebuah jalan dan dibawa kembali ke tempatnya di daerah yang kaya minyak, Kordofan, yang berbatasan dengan Darfur, kata Vohra kepada Reuters.
"Ia tampaknya dalam kondisi sangat sehat," katanya. "Kami berharap segera mendengar kabar dari tiga orang yang lain. Pencarian terus dilakukan."
"Kami masih belum tahu bagaimana ia berhasil lolos -- apakah ia dibebaskan atau melarikan diri atau apakah ada semacam operasi keamanan... Kami diberi tahu bahwa mereka semua berada dalam kondisi sangat sehat," kata duta besar itu.
Pekerja itu berhasil mencapai sebuah jalan di Kordofan dan melambai untuk menghentikan sebuah kendaraan pasukan keamanan yang sedang lewat pukul 07.30 waktu setempat (pukul 11.30 WIB), kata Vohra, yang menambahkan bahwa pria itu kemudian dibawa ke tempatnya di ladang minyak besar Heglig di mana ia menjalani pemeriksaan medis.
Duta besar tersebut menyatakan, ia tidak bisa berbicara secara langsung dengan pekerja itu, yang kini beristirahat setelah penderitaan yang dialaminya itu, namun ia memperoleh laporan-laporan terkini dari perusahaannya.
Pada saat penculikan pada pertengahan Mei, satu sumber diplomatik mengatakan, keempat orang itu diculik di lokasi antara ladang-ladang minyak Neem dan Heglig di Kordofan Selatan. Penculik mereka diduga penduduk lokal yang tidak puas.
Vohra mengatakan, keempat orang itu bekerja untuk Petro Energy Contracting Services, yang melakukan pekerjaan untuk Greater Nile Petroleum Operation Company, sebuah konsorsium yang dipimpin oleh CNPC China, ONGC India, Petronas Malaysia dan Sudapet Sudan. (*/cax)