"CSKA tidak akan ambil bagian dalam Liga Champions UEFA 2008-2009, karena ini merupakan keputusan terakhir," kata BFU dalam sebuah pernyataan.
UEFA, badan sepak bola Eropa, dan penyelenggara Liga Champions, belum memberikan komentar.
Klub yang paling berhasil di negara Balkan tersebut, yang bulan lalu memperingati ulang tahunnya ke-60, berutang uang kepada Lembaga Keamanan Sosial Nasional, Badan pendapatan nasional, dan para kreditor.
Presiden CSKA, Alexander Tomov menerima tanggung jawab atas kegagalan timnya da mengumumkan pengunduran dirinya.
"Saya harus melakukan itu,` kata tomov kepada wartawan. "Saya lah dan hanya saya yang harus disalahkan," katanya.
"Saya tidak akan menyalahkan bawahan saya, karena saya lah tokoh terkemuka dan setiap orang memandang saya," katanya.
Tomov mengatakan dalam sebuah pernyataan di laman resmi CSKA (www.cska.bg) bahwa ia akan digantikan oleh kepala eksekutif Emil Kostadinov, seorang mantan pemain.
"Saya akan terus membantu klub di masa mendatang," kata Tomov.
Banyak pendukung CSKA menyalahkan Tomov karena tidak menertibkan keuangan klub dan ia dicerca para penggemar klub tersebut dalam konferensi pers yang gaduh hari Selasa dan dilempari botol di luar stadion klub tersebut, Bulgarska Armiya.
Para penggemar CSKA akan mengadakan pertemuan hari Jumat di Sofia untuk memprotes kebijaksanaan klub.
"Memalukan," kata Dimitar Angelov, ketua klub penggemar tersebut kepada wartawan. "ini merupakan pukulan mengejutkan bukan hanya terhadap para pendukug CSKA, tetapi juga terhadap semua warga negara Bulgaria," katanya.
CSKA akan bisa dikeluarkan dari liga utama domestik dan terpaksa bermain di divisi ketiga amatir negara tersebut.
BFU mengatakan, pihaknya akan membahas masalah tersebut pada pertemuan Komite Eksekutif.
Juara Portugal, Porto, dikeluarkan dari Liga Champions musim mendatang pada hari rabu dengan tuduhan menyuap wasit di musim 2003-04. (kpl/rif)