< >

250 Pengunjuk Rasa Tibet Ditahan

Jum'at, 06 Juni 2008 09:50
Kapanlagi.com - Pihak berwenang di ibukota Nepal Kamis menahan sedikitnya 250 pengasingan Tibet ketika mereka melakukan unjuk rasa di depan gedung kedutaan besar China, polisi dan saksi mengatakan.

Pengunjuk rasa itu, yang mencakup rahib dan biarawati, melambaikan bendera pemerintah Tibet di pengasingan dan meneriakkan "China Pendusta", "Bebaskan Tibet" dan "Hentikan pembunuhan di Tibet" di depan seksi konsuler dan perdagangan China.

Setelah berkelahi secara singkat dengan polisi mereka dibundel ke dalam mobil van yang menunggu.

"Kami telah membawa sekitar 250 orang Tibet ke penjara setelah mereka berusaha untuk berunjuk rasa di sebuah tempat terlarang," Anupam Rana, seorang pejabat polisi di tempat kejadian, mengatakan.

"Mereka telah diusir ke berbagai pusat tahanan dan akan dibebaskan pada malamnya," kata pejabat polisi itu.

Warga Tibet di pengasingan di Nepal mulai melakukan unjuk rasa hampir tiap hari di Kathmandu Maret setelah kerusuhan mematikan di tanah air mereka.

Mereka memainkan permainan kucing dan tikus tiap hari dengan polisi untuk mana ratusan pengunjuk rasa akan ditahan, dibebaskan tanpa tuduhan pada malamnya dan kemudian kembali pada hari berikutnya untuk ditahan lagi.

Unjuk rasa ditangguhkan setelah gempa bumi sangat kuat melanda China Mei.

"Kami berhenti untuk menghormati korban gempa, tapi kami memaksa untuk meneruskan protes kami karena China tidak memusatkan perhatiannya pada masalah di Tibet," Tashi Lama, 31, mengatakan sebelum ditarik ke dalam sebuah van oleh lima pejabat polisi.

Nepal secara resmi menghormati kebijakan "Satu China" tetangga raksasa di utaranya itu yang menganggap Tibet dan Taiwan sebagai bagian China yang tak dapat dibagi.

Lebih dari 20.000 pengungsi Tibet tinggal di Nepal dan sekitar 2.500 orang masih tiba setiap tahun di Kathmandu sebelum menuju ke Dharamshala di India Utara, yang menampung Dalai Lama dan pemerintah Tibet di pengasingan. (*/cax)