< >

Stadion Wals Siezenheim, Saksi Aksi Sang Juara Bertahan

Jum'at, 06 Juni 2008 15:45
Kapanlagi.com - Stadion Wals Siezenheim yang terletak di Salzburg, Austria, akan menjadi saksi perjalanan sang juara bertahan Yunani dalam usaha mereka mempertahankan gelar di Euro 2008.

Di stadion yang diresmikan pada Maret 2003 itu, Yunani akan memulai langkah mempertahankan gelar juara yang mereka raih empat tahun lalu setelah mengalahkan tuan rumah Portugal.

Saat itu, Yunani, yang baru lolos untuk keduakalinya ke putaran final Piala Eropa, berhasil mencatat prestasi gemilang dengan menjuarai kualifikasi grup, di atas tim kuat Spanyol dan Ukraina.

Pada putaran final, tim asuhan Otto Rehhagel itu menempati urutan kedua dalam babak grup di bawah Portugal, sebelum mengatasi Prancis di perempat final lalu Republik Ceko di semifinal untuk kemudian menundukkan tuan rumah Portugal dalam perebutan gelar.

Saat ini, ketika Euro kembali digelar, Stadion Wals Siezenheim akan menjadi saksi kehebatan Yunani. Akankah negara tempat lahirnya Olimpiade itu kembali mencatat prestasi memukau?

Tiga pertandingan fase grup yang harus dijalani Yunani, yakni menghadapi Swedia (11 Juni), kemudian bertemu Rusia (15 Juni), dan melawan Spanyol (19 Juni), seluruhnya akan digelar di stadion yang saat dibangun hanya berkapasitas 18.200 tempat duduk itu.

Satu-satunya stadion di Liga Utama Austria yang menggunakan rumput artifisial, dan sekarang sudah berkapasitas 30.000 tempat duduk itu, adalah kandang salah satu kesebelasan di Austria, Red Bull Salzburg.

Tim kebanggaan warga Salzburg tersebut, saat masih bernama Casino Salzburg, pernah melaju hingga ke final Piala UEFA tahun 1994, meski kalah dari Inter Milan.

Berdiri di atas lahan 15 hektar, stadion yang terletak di sebelah Bandara Salzburg itu diperkirakan akan dipadati penonton yang tidak hanya ingin menyaksikan juara bertahan Yunani berlaga, tetapi juga bagaimana tim sekuat Spanyol dan Rusia serta Swedia mengawali event empat tahunan tersebut.

Para pendukung tim Yunani, Spanyol, Swedia atau bahkan Rusia yang ingin menyaksikan tim kesayangan mereka berlaga secara langsung di stadion yang mempunyai nama lain Bullen-Arena itu, tidak hanya akan disuguhi tontonan berkualitas di lapangan hijau.

Sambil menanti pertandingan, mereka dapat menikmati Wals Siezenheim yang dirancang menjadi sebuah taman rekreasi yang lengkap, dengan berbagai arena aktivitas santai seperti trek untuk fitness dan jogging, taman bermain, hingga restoran.

Kota Salzburg sendiri, kota terbesar keempat di Austria yang berpenduduk sekitar 150 ribu orang, menawarkan keunikan sebagai salah satu "Situs Peninggalan Dunia UNESCO" dengan bangunan-bangunan tua bergaya barak.

Kota yang identik dengan komponis mashur Wolfgang Amadeus Mozart, yang hingga saat ini rumah tempat dia dilahirkan masih dapat dikunjungi sebagai objek wisata, juga memiliki pemandangan mempesona karena didominasi pegunungan yang dikitari danau.

Karenanya tidak berlebihan jika Salzburg akan menjadi salah satu kota yang ramai dikunjungi penggila (*/cax)