
Ketika ditanyai komentarnya oleh KapanLagi.com sebelum pentas Didik mengakui tampil dalam sebuah ketoprak, teater, dan drama sudah biasa, hanya perlu melakukan latihan satu-dua kali saja. "Saya dengan pelawak tersebut sudah sering tampil sepanggung, sehingga memudahkan melempar humor sesuai alur cerita. Terlebih, materi lawakan tentang persoalan penghuni kos banyak humor yang dilontarkan secara spontanitas," kata Didik.
Pentas ini menceritakan lakon tentang sebuah keluarga yang tidak bisa membayar utang kepada tuan tanah terkaya di kampungnya. Akibatnya, orang tuanya harus mau merelakan anaknya untuk diperistri si tuan tanah tersebut. Padahal, diceritakan dalam lakon tersebut si gadis tidak mau diperistri, tapi apa boleh buat harus dilakukan. Dalam setting selanjutnya, juga dikisahkan kehidupan sebuah rumah kos di Jogja, di mana terjadi pergaulan bebas di dalamnya bukan hanya sesama anak kos saja, tetapi juga antara ibu kos dan anak kos yang terlibat percintaan.
Dikatakan Didik dalam pentas DMP, lakon pergaulan bebas berperan sebagai penari hidup bersama penghuni kos di antaranya dengan Gareng Rakasiswi yang berusaha tampil total. Deretan pelawak Jogja ikut tampil dalam pentas di antaranya Wisben Antoro, Stefanus ‘Dalijo’, Jonet, Hari Darmo, Atok Ompong, Hargi Sundari, Rully, Titik Renggani, Heru Suryanto. Penata musik digarap Doyok Kadipiro, pentas Artistik ditangani Agus Leyloor. Pentas ini disajikan dengan sangat lucu dan lawakan-lawakan yang segar dan sedikit "saru". (kpl/tia)
Lihat Profil: Didik Nini Thowok