Musharraf, seorang mantan jenderal yang melakukan kudeta militer tahun 1999, telah mendapat tekanan yang kian kuat untuk mengundurkan diri sejak 18 Februari ketika para pendukung politiknya kalah dalam pemilihan parlemen.
Beberapa laporan media dalam hari-hari belakangan ini menyatakan ia mengutarakan niatnya untuk mengundurkan diri dan akan tinggal di pengasingan, mungkin di Turki atau Inggris.
Tetapi Musharraf mengatakan ia memiliki hubungan kerja yang baik dengan pemerintah baru.
"Saya dipilih sebagai presiden Pakistan secara konstitusional ... Saya menjalankan tugas saya sesuai dengan konstitusi dan tidak ada campur tangan (dari pihak saya dalam urusan-urusan pemerintahan). (kpl/dar)