Koalisi itu telah berjuang untuk mensukseskan rencananya untuk memeriksa dengan teliti layanan publik dan memotong apa yang diperkirakan sebagai pembiayaan negara yang tidak berguna sejak memerintah pada 2006. "Koalisi terguncang," kata Topolanek kepada harian itu.
"Jika tidak ada keputusan yang akan menuju konfirmasi mengenai mayoritas musim panas ini maka musim gugur dapat diartikan sebagai kejatuhan pemerintah."
Dengan hanya memiliki 100 dari 200 kursi di parlemen, mereka tergantung pada dua independen untuk menggolkan sejumlah peraturan, namun sejumlah perwakilan koalisi telah mengingkari partai dan memberikan suara pada pihak oposisi. Padahal pemerintah dijadwalkan berakhir pada 2010. (kpl/dar)