< >

Taiwan dan China Kembali Berdialog

Minggu, 08 Juni 2008 18:38
Kapanlagi.com - Taiwan dan China, setelah hubungan yang tegang 10 tahun akibat mantan presiden Chen Shui bian berusaha bagi kemerdekaan Taiwan , akan memulai kembali dialog pekan depan untuk membuka jalan bagi perdamaian abadi.

Dalam dialog setengah resmi yang akan diselenggarakan di Beijing 11-14 Juni,kedua pihak diperkirakan akan menandatangani perjanjian-perjanjian mengenai pembukaan penerbangan-penerbangan carteran akhir pekan dan mengizinkan para wisatawan China daratan mengunjungi Taiwan.

Perundingan-perundingan mendatang akan membicarakan akan membicarakan masalah-masalah lebih peka seperti perjanjian perdamaian, satu persetujuan untuk melindungi para investor Taiwan , memindahkan rudal-rudal yang menghadapi Taiwan dan mengizinkan Taiwan untuk masuk organisasi-organisasi internasional atau apa yang disebut Taipei "ruang internasional."

Para pengamat mengatakan dialog itu akan membuka kembali saluran komunikasi dan memungkinkan kedua pihak membicarakan dan menyelesaikan masalah-masalah mereka satu persatu.

"Pemulaian kembali dialog itu memecahkan kebuntuan di lintas Selatan Taiwan, tetapi ada banyak masalah dan mereka harus menyelesaikannya satu per satu," kata Wu Han, profesor di Universitas Kun Shan.

"Masalah-masalah ekonomi bisa diselesaikan terlebih dulu, masalah-masalah politik dan militer akan diselesaikan hanya setelah kedua pihak mencapai satu derajat pengertian yang pasti," katanya.

Taiwan dan China, pecah sejak akhir Peran Saudara tahun 1949 , melakukan dialog pertama mereka tahun 1993 di Singapura dan melakukan serangkaian perundingan berdasarkan kerangka dialog itu.

Beijing menghentikan dialog itu tahun 1998 ketika presiden Taiwan waktu itu Lee Teng hui membela kemerdekaan Taiwan. Hubungan lintas selat tetap membeku selama tahun 2000-2008 semasa pemerintahan mantan presiden Chen Shui bian yang pro kemerdekaan.

Ketegangan mulai mereda setelah Presiden Ma Ying jeou , dari Partai Nasionalis China (KMT) menang dalam pemilihan presiden 22 Maret berjanji akan mengusahakan perdamaian dengan China dan memulihkan kembali ekonomi Taiwan.

Ma yang berjanji tidak akan mengusahakan kemerdekaan selama masa jabatannya , mengharapkan akan membuka penerbangan carteran akhir minggu dan mengizinkan para wisatawan China mengunjungi Taiwan. Penerbangan-penerbangan itu akan diperluas sampai pada penerbangan setiap hari dan akhirnya penerbangan reguler. (*/erl)