"Dewan menyerukan perlucutan senjata semua anggota milisi di wilayah itu oleh pemerintah dan Angkatan Darat, jika diminta, MONUC (misi pemelihara perdamaian PBB) dapat membantu," kata pemimpin delegasi Jean-Maurice Ripert, Duta Besar Perancis di PBB.
"Jika ini hanya dapat terjadi setelah tekanan lebih lanjut, atau operasi militer, maka Dewan Keamanan PBB akan mengubah mandat MONUC," Ripert menambahkan, setelah mengunjungi satu kamp pengungsi di dekat Goma.
"Untuk sementara sementara, mandat itu berisi dukungan ... bagi pemerintah Kongo untuk meningkatkan keamanan," katanya.
Ripert mengatakan "semua pemimpin milisi terikat komitmen pada perlucutan senjata" tapi sejauh ini telah gagal melaksanakannya.
Kongo juga harus bekerja sama dengan tetangganya, terutama Rwanda, untuk mewujudkan perdamaian di wilayah itu, katanya.
Delegasi tersebut tertahan di bandar udara Goma, Ahad, setelah seorang petugas keamanan secara tak sengaja melepaskan tembakan, sehingga menembus lantai pesawat jet kecil yang digunakan oleh delegasi tersebut dan mengenai kabel, kata PBB.
Tak seorang pun cedera di pesawat itu, yang dijadwalkan membawa delegasi tersebut kembali ke Kinshasa --tempat satu pesawat yang lebih besar direncanakan membawa mereka ke Pantai Gading pada tahap akhir kunjungan mereka.
Namun delegasi tersebut akhirnya pergi naik bus menuju ibukota Rwanda, Kigali, perjalanan tiga jam lewat darat, tempat mereka dijadwalkan naik pesawat yang telah menunggu mereka di Kinshasa tapi terbang ke ibukota Rwanda untuk menjemput mereka.
Dalam janji komitmen, delegasi itu menyatakan di Kinshasa, Sabtu, PBB tampaknya takkan menarik MONUC dari DRC dalam waktu dekat.
Berdasarkan kesepakatan perdamaian saat ini, lebih dari 6.000 pemberontak Hutu di bagian timur DRC --sebagian dari mereka ikut dalam pembantaian 1994 di Rwanda-- akan dipulangkan, dan senjata anggota milisi DRC harus dilucuti.
Semua kelompok bersenjata Kongo di provinsi Nord dan Sud-Kivu di bagian timur negeri tersebut menandatangani persetujuan gencatan senjata di Goma pada Januari, untuk menyampaikan komitmen mereka guna membubarkan diri dan melucuti senjata anggota mereka.
Sekalipun tak ada pertempuran besar yang telah terjadi sejak itu, beberapa kelompok terus merekrut petempur, termasuk anak-anak, dan bentrokan telah berulang-kali meletus di Nord-Kivu, yang telah menampung 857.000 orang yang kehilangan tempat tinggal akibat perang.
Delegasi PBB itu bertemu dengan Gubernur provinsi tersebut Julien Paluku setelah tiba di Goma pada pagi hari dari Kinshasa dan mengatakan bahwa gembong perang harus diseret ke pengadilan.
Dalam satu pertemuan dengan delegasi tersebut, Koordinator program perdamaian Amani Abbot Apollinaire Malu Malu menyeru Dewan Keamanan agar membantu perlucutan senjata anggota milisi dan kelompok-bersenjata lain, sehingga personil MONUC dapat digelar di berbagai daerah yang dikuasai semua kelompok itu.
"Pembantaian dan pelecehan terus berlangsung dan perdamaian tak dicapai oleh semua pihak dengan sepenuh hati," katanya.
Ia menyeru personil pemelihara perdamaian PBB untuk melakukan tekanan militer atas pemberontak Hutu Rwanda yang membunuh sembilan warga sipil, Rabu, di satu kamp buat orang yang kehilangan tempat tinggal di Nord-Kivu.
90% prajurit MONUC berada di bagian timur, lebih dari 15.000 dari 17.000 personil, kata pemimpin MONUC Alan Doss dari Inggris.
Delegasi Dewan Keamanan PBB direncanakan mengunjungi Pantai Gading, Ahad malam, tahap terakhir lawatannya ke Afrika. Delegasi tersebut telah mengunjungi Djibouti, Sudan dan Chad. (*/cax)