Bangladesh Mungkin Akan Bebaskan Zia dan Hasina

Kapanlagi.com - Mantan perdana menteri Khaleda Zia Ahad menolak meninggalkan negaranya di tengah-tengah spekulasi bahwa pemerintah Bangladesh yang didukung militer telah memutuskan untuk mengirimkannya dan musuh bebuyutannya Sheikh Hasina ke luar negeri untuk menjalani `perawatan` setelah desakan-desakan semakin kuat agar mereka dibebaskan.

Partai Nasionalis Bangladesh Zia dan Liga Awami mantan perdana menteri Hasina telah menuntut pembebasan kedua pemimpin mereka, dalam penjara sejak tahun lalu atas tuduhan korupsi, sebagai prasyarat untuk ambil bagian dalam dialog dengan pemerintah sementara mendatang, mengenai rencana pemilihan umum Desember.

"Saya tidak akan ke luar negeri untuk perawatan, saya akan berobat di dalam negeri saja," kata Zia kepada para wartawan pada saat dia muncul di depan pengadilan khusus untuk menghadiri sidang kasus korupsi.

Namun, pengacara Hasina mengatakan kepada wartawan, bahwa mantan perdana menteri setuju ke luar negeri untuk berobat salah satu telinganya yang cacat akibat serangan granat pada 2004, dalam satu rapat umum, jika para dokter secara resmi menyarankan dia perlu dirawat di luar negeri.

"Sheikh Hasina mengatakan dia akan ke luar negeri jika mendapat saran dari badan medis," kata penasehatnya setelah berbicara dengan pemimpin itu, pada pengadilan lain di mana dia tampil untuk diperiksa dalam kasus korupsi.

Perkembangan ini muncul di tengah-tengah laporan media massa, bahwa pemerintah sementara di Bangladesh, yang masih berada dalam status darurat sejak Januari tahun lalu, akan mengirimkan kedua pemimpin tertinggi itu untuk dirawat di luar negeri.

"Pemerintah telah selesai melakukan persiapan-persiapan pendahuluan bagi pembebasan kedua bekas perdana menteri itu," kata surat kabar yang bersirkulasi besar Prothom Alo. Ditambahkan bahwa putra bungsu Zia yang juga ditahan, Arafat Rahman, juga akan dibebaskan. (*/cax)

©2003-2007 KapanLagi.com