
"Industri musik di Indonesia sebenarnya lagi collapse," kata vokalis Nidji, Giring Ganesha Jumaryo, saat jumpa pers menjelang tampil dalam sebuah konser di Stadion Sultan Syarif Abdurrahman, Pontianak, Senin (9/6) malam.
Menurut Giring, saat ini sulit untuk menjual album hingga jutaan kopi di Indonesia. Sementara banyak grup musik yang tetap membuat lagu meski tahu kalau karyanya pasti akan dibajak. "Mereka ikhlas bikin lagu," katanya.
Nidji juga mengaku lebih banyak mengharapkan 'hidup' dari acara-acara off air atau dari panggung ke panggung.
Ia menambahkan, tahun ini Nidji amat peduli terhadap aksi-aksi pembajakan. Sejumlah kiat yang digaungkan terutama kepada Nidjiholic, penggemar Nidji, yakni untuk tidak membeli CD bajakan, tidak men-dowload lagu-lagu Nidji dari internet, dan jangan berbagi lagu menggunakan fasilitas bluetooth di telepon selular. "Dan hargai musik Indonesia," kata pria kelahiran Jakarta, 14 Juli 1983 itu.
Sementara itu, Rama sang gitaris, mengakui pernah memanfaatkan fasilitas internet terkait dengan lagu. "Download secara gratis itu ternyata salah," ujarnya.
Giring mengatakan, masalah piracy (pembajakan) juga menjadi salah satu bentuk kepedulian Nidji terhadap Millenium Development Goals (MDG`s) karena terkait dengan pendidikan. "Tahun depan akan ada 'gol-gol' lain. Nidji mencoba untuk memperbaiki bangsa ini," pungkasnya. (*/boo)
Lihat Profil: Nidji, Giring Nidji