< >

The Produk Gagal Bakal Rilis 'SELAMATKAN BUMI'

Senin, 09 Juni 2008 23:12
Kapanlagi.com - The Produk Gagal, band jenaka asal Yogyakarta akan merilis album ketiga yang berjudul SELAMATKAN BUMI. Album ini lebih bertema tentang lingkungan hidup. Masih dengan nafas aliran orkes moral, corak musik yang mereka tawarkan. Ipung Paryono, Manager The Produk Gagal saat ditemui Kapanlagi.com Sabtu (7/6) menyatakan album ketiga ini diciptakan untuk menyadarkan generasi muda akan pentingnya lingkungan hidup di sekitar kita.

"Lagu-lagu yang ada dalam album ketiga tentang penyelamatan lingkungan hidup. Kita ingin lebih ke arah menggerakkan manusia ke arah lingkungan," jelasnya.

Di bulan Juli mendatang The Produk Gagal akan me-launching album ketiga dengan judul SELAMATKAN BUMI. Dalam album tersebut berisi 10 lagu, beberapa lagu lama ada yang dirilis ulang. Salah satu judul lagunya adalah Jangan Sakiti Bumiku. "Lagu ini merupakan semacam ajakan kepada generasi muda, agar lebih mencintai lingkungan," ujar Ipung.

Selain lagu-lagu bertema lingkungan juga ada lagu yang bertema ajakan untuk memerangi narkoba. Lagu tersebut menjadi single hits di album ketiga judulnya Mariju. Liriknya merupakan ciptaan The Produk Gagal sendiri. Salah satu liriknya berbunyi: Mariju, Mariju, marijuana.. tertawa terbahak seperti orang gila. Satu hisap bikin orang lupa segalanya. Satu linting saja kamu masuk ke penjara.. jangan coba-coba nanti kamu masuk penjara..

Dari lirik itu sendiri ingin mengatakan sebuah ajakan agar generasi muda jangan sampai terpengaruh narkoba. Meski mencoba sedikit saja, pasti akan ketagihan.. dan bisa jadi dengan selinting marijuana bisa masuk penjara. "Kita ingin membuat generasi muda sadar bahwa hidup dan masa depannya sangatlah penting," kata Ipung.

The Produk Gagal digawangi 11 personel, yaitu Dodi/Gepeng Kesana-kesini, Ernan/Ernan Janssen-simbah, Rully, Danny/Cubluk (vokal), Bayu/Ibay, dan Shandy (gitar), Donal/Gober (bas), Aji/Adjie Komet (drum dan perkusi), Ari/Areeq Peyeq (Ukulele dan marakas perkusi), dan Heru/Heru Blengor (kendang Sunda) serta Aar (additional keyboard).

Ciri khas band ini adalah selalu melakukan aksi panggung yang jenaka, nakal, sekaligus nyeleneh. Nyeleneh karena personel yang jumlahnya 11 orang ini semuanya berkostum berbeda-beda, atau diistilahkan mereka sebagai kostum yang disesuaikan dengan tema penampilan. Namun, selain aksi panggung yang memancing tawa, kostum para personel yang nyeleneh inilah yang jadi ciri khasnya.

"Kostum adalah ciri khas band ini. Pokoknya harus berkostum. Ya jika mengangkat tema tentang tokoh heroik, masing-masing personil mengenakan pakaian tokoh heroik, seperti Superman, Batman, Wiro Sableng atau yang lain," kata Dodi sang Vokalis.

The Produk Gagal berdiri 2 Maret 2002, jumlah personel awalnya 17 orang, sebelum perjalanan akhirnya digawangi 11 personel yang dipertahankan hingga kini.

Dodi mengisahkan, awal terbentuk PG karena para personelnya suka nongkrong di Kawasan Budaya Gayam di Jalan Gayam Nomor 16. Berangkat dari kesamaan hobi yakni bermusik, terbentuklah PG, dan hanya berselang beberapa hari, mereka sudah naik pentas. Perjalanan grup band The Produk Gagal diawali dari album pertamanya adalah album kompilasi yang dibuat dengan sebuah label di Bandung. Lalu setelah album pertama membuat mini album dengan judul Bajakan. Setelah itu album kedua dirilis full album, berbentuk kaset saja, judulnya Wangikan Dunia.

Bermusik, dalam pandangan mereka adalah untuk menyampaikan pesan, dan mereka memilih jalur aliran orkes moral. Aliran orkes moral dulu pernah diusung grup Pengantar Minum Racun (PMR) dan Pancaran Sinar Petromak (PSP). Kedua grup inilah yang menjadi literatur bermusik bagi The Produk Gagal. Dalam orkes moral meramu musiknya dalam dangdut, rock, jazz, hingga pop yang variatif. (kpl/tia/lin)