"Dede Yusuf akan menjadi etalase partai," kata Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPP PAN Totok Daryanto pada acara pamitan Dede Yusuf di Gedung DPR/MPR Jakarta, Selasa (10/6).
Totok menegaskan, PAN belum menargetkan perolehan suara di Jawa Barat pada Pemilu 2009, tetapi dengan figur Dede Yusuf yang sudah dikenal masyarakat, maka hal itu akan berpengaruh di masyarakat.
"Nggak usah muluk-muluk berapa suara yang akan diraih PAN, kalau Dede Yusuf menjalin komunikasi yang intensif di masyarakat maka masyarakat akan banyak yang memilih PAN," katanya.
Dia mengemukakan, Dede Yusuf agar sering turun ke masyarakat dan menyerap aspirasi lalu menyelesaikan persoalan yang dihadapi masyarakat Jabar. Selain itu, merealisasikan janji-janjinya saat kampanye Pilkada.
Sekjen DPP PAN Zulkifli Hasan mengemukakan, PAN saat ini meraih tujuh kursi di DPR RI dari Jawa Barat. Dengan keberhasilan Dede Yusuf meraih kursi Wagub Jabar, maka PAN berharap bisa meningkatkan jumlah kursi menjadi 15 kursi.
"Kang Dede sekarang harus lebih sering turun ke masyarakat, dikenal masyarakat luas, kalau itu dilakukan terus-menerus, PAN kemungkinan bisa meraih 15 kursi," katanya.
Aktor Dede Yusuf meninggalkan status sebagai anggota DPR/MPR untuk selanjutnya berkosentrasi sebagai pejabat birokrasi dengan jabatan Wakil Gubernur Jawa Barat.
Politisi PAN yang bernama lengkap Yusuf Macan Effendy itu kepada pers di Gedung DPR/MPR Jakarta, Selasa (10/6), secara resmi berpamitan dengan koleganya di Fraksi PAN maupun dari fraksi lain, termasuk Komisi VII DPR RI.
Dede Yusuf menurut rencana akan dilantik sebagai Wagub jabar pada 13 Juni 2008 mendampingi Gubernur Jawa Barat Achmad Heryawan.
"Sebenarnya ada perasaan sedih harus meninggalkan DPR, karena di sinilah saya selama empat tahun belajar berpolitik dan memperjuangkan aspirasi masyarakat," katanya.
Dede Yusuf yang merupakan anggota Fraksi PAN dari daerah pemilihan Jabar merasa tertantang membangun daerahnya lebih optimal. Di birokrasi dia akan mendorong terwujudnya reformasi birokrasi.
"Paling tidak, itu akan saya tunjukkan dari berkurangnya protokoler, seperti selama ini sebagai anggota DPR," katanya.
Sebagai orang yang masih berumur 42 tahun (sama dengan umur Achmad Heryawan), dia merasa masih sangat muda menjadi pimpinan daerah. Dengan usia muda, dia merasa harus berbuat lebih baik.
Kepemimpinan generasi muda harus menunjukkan kemampuan. Dia yakin mampu menangani tugas dan ujian berat yang dialami dalam tugas-tugas sebagai wakil gubernur. Dede merasa malu bila tidak ada perkembangan yang lebih baik di masyarakat.
Jika tidak mampu melaksanakan tugas dan kondisi masyarakat tidak ada perubahan, dalam kurun waktu tiga tahun kepemimpinannya bersama Achmad Heryawan, Dede Yusuf menyatakan akan mundur dari jabatannya.
"Komitmen kita tetap, jika dalam waktu tiga tahun tidak ada kemajuan, saya akan mundur," katanya. (kpl/rif)