Para pejabat Korsel mengatakan Korut menginginkan tempat pertandingan kualifikasi itu dipindah ke negara ketiga atau di pulau wisata bagian selatan Korsel, Jeju, dengan menyebut demonstrasi di Seoul menentang dimulainya lagi impor daging sapi Amerika Serikat.
Pertandingan pertama kualifikasi antar-Korea dipindah dari ibukota Korut, Pyongyang, ke Shanghai setelah Korut menolak mengizinkan Korsel mengumandangkan lagu kebangsaan dan mengibarkan bendera nasional mereka pada pertandingan itu.
Pertandingan 26 Maret itu berakhir imbang tanpa gol. Kedua Korea itu akan salin berhadapan lagi pada 22 Juni.
Pada perundingan di kota perbatasan Korut, Kaesong, para pejabat Korut bersikeras bahwa tempat pertandingan itu hendaknya dipindah dan menyebut masalah keamanan para pemain mereka, kata Persatuan Sepak Bola Korea (Selatan) KFA.
"Pihak kami menolak tuntutan Utara, seraya mengatakan pertandingan itu mestinya diselenggarakan di stadion Piala Dunia, Seoul, seperti rencananya," katanya dalam sebuah pernyataan.
Korut berjanji akan mengemukakan posisinya secara tertulis segera, kata KFA.
Korut yang komunis dan Korsel yang kapitalis secara teknis masih berperang sejak berakhirnya konflik mereka 1950-1953. Hubungan membaik selama beberapa tahun belakangan ini, tetapi memburuk sejak pemerintahan konservatif Presiden Lee Myung-Bak berkuasa bulan Februari.
Kedua Korea itu berada satu grup dengan Turkmenistan dan Jordania di grup kualifikasi Piala Dunia. (*/cax)