Penolakan tersebut kembali disampaikan Korut saat kedua Korea melakukan pertemuan, Selasa, untuk membicarakan soal stadion dan jadwal pertandingan itu.
"Pihak Korut meminta kami menyelenggarakan pertandingan babak kualifikasi itu di Pulau Jeju atau di negara ketiga, dengan alasan masalah keamanan," kata seorang pejabat KFA. Tim Korut, menurut dia, tampak khawatir dengan adanya unjuk rasa besar-besaran soal impor daging sapi.
KFA mengatakan bahwa mereka tidak bisa melanggar keputusan FIFA pada 3 Mei lalu yang menunjuk Seoul sebagai tempat pertandingan itu.
"Selain itu, kami telah terlanjur menjual sedikitnya 35.000 tiket untuk pertandingan di stadion Seoul," katanya.
Pertandingan antara dua Korea itu dijadwalkan pada 22 Juni mendatang.
Korsel masih menunggu keputusan akhir secara tertulis dari Korut.
Korea memimpin babak penyisihan grup di Pra Piala Dunia dengan kemenangan 1-0 atas Jordania 1-0, dan akan menghadapi Korut di grup III, yang mengalahkan Turkmenistan 1-0. (*/cax)