"Mayat wanita itu ditemukan di tepi jalan di daerah Inayat Kali di kawasan Bajaur," kata pejabat di daerah suku setengah mandiri tersebut, "Dia hilang sejak Selasa dan diduga diculik."
Pejabat itu, yang berbicara dengan syarat tak dikenali, menyatakan wanita itu tampak digantung.
Pejuang meninggalkan dua catatan di tempat itu, yang menyatakan wanita tersebut mengaku memata-matai Taliban dan "menjalankan rumah bordil".
Juru bicara Taliban setempat Maulvi Omar memastikan pembunuhan wanita pertama dengan dugaan mata-mata di daerah suku itu, tapi menghindari pernyataan bertanggung jawab untuk kejadian tersebut.
Pembunuhan atas tersangka mata-mata Amerika Serikat, kebanyakan dari mereka pengungsi Afgan, biasa terjadi di daerah suku Pakistan, yang menjadi tempat berlindung pejuang dari jaringan Alqaeda dan Taliban, yang lari ke daerah itu sesudah pasukan pimpinan Amerika Serikat menyerbu Afganistan pada 2001.
Sesekali, pejuang menculik tersangka mata-mata dari Afganistan saat mereka melancarkan serangan lintas perbatasan atas balatentara asing di sana.
Pejuang pendukung Taliban pada tengah Mei membunuh satu tentara di daerah suku Pakistan sesudah menuduhnya menjadi mata-mata pasukan Amerika Serikat di seberang perbatasan di Afganistan, kata pejabat.
Mayat tanpa kepala Feroze Khan ditemukan tergeletak di daerah terbuka di luar desa Naurak di wilayah bergolak Waziristan Utara, kata pejabat keamanan kepada kantor berita Prancis AFP.
"Mayat itu mempunyai luka tembak dan potongan kepalanya terletak di dekatnya," kata pejabat tersebut.
Catatan di dekat mayat itu menyatakan laki-laki tersebut mata-mata Amerika Serikat dan dihukum, karena dia memata-matai kegiatan prajurit suci di daerah itu, katanya.
Pejabat tersebut menyatakan Khan diculik pejuang pada 23 April.
Secara terpisah, petugas menemukan mayat petugas keamanan penuh luka tembak di dekat Khar, kota utama daerah suku Bajaur, wilayah genting lain berbatasan dengan Afganistan.
"Dia ditembak penyerang tak dikenal saat tugas ronda malam," kata petugas keamanan Bajaur, Muwaz Khan, kepada AFP, dengan menambahkan bahwa "teroris" bertanggung jawab atas kejadian itu.
Pejuang membunuh beberapa anggota suku pada beberapa bulan terahir, menuduh mereka menjadi mata-mata pasukan gabungan pimpinan Amerika Serikat di seberang tapal batas tersebut.
Daerah berat suku itu diketahui sebagai pusat pejuang Alqaida dan Taliban, yang dituduh pemerintah Amerika Serikat dan Afgan menggunakan wilayah itu untuk melancarkan serangan lintas perbatasan terhadap tentara asing gabungan di Afganistan.
Pejuang pendukung Taliban pada akhir April membunuh seorang polisi di sabuk suku bergolak Pakistan, yang berbatasan dengan Afganistan, sesudah menuduhnya menjadi mata-mata bagi pasukan keamanan, kata polisi.
Mayat Shaukat Khan, yang berumur 35 tahun, ditemukan dibuang di tanah lapang desa Dabar di daerah suku Waziristan Selatan, sehari sesudah ia diculik kelompok bersenjata, kata perwira polisi Mumtaz Zarin kepada AFP.
Catatan ditemukan dekat mayatnya menyatakan ia terlibat dalam pembunuhan panglima perang Nek Mohammad dalam serangan peluru kendali Amerika Serikat pada Juni 2004 atas daerah itu, kata Zarin. (*/cax)