< >

Kekeringan, Ribuan Petani Gelar Shalat Istisqo

Kamis, 12 Juni 2008 23:35
Kapanlagi.com - Ribuan petani dari sembilan desa di Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu, secara serempak menggelar Sholat Istisqo atau sholat minta hujan, Kamis (12/6) siang, karena sudah hampir satu bulan lebih di wilayah itu dilanda kekeringan.

Pelaksanaan Sholat Istisqo yang dilakukan petani asal Desa Karangasem dan Desa Rajasinga, dilakukan secara bersama-sama di lapangan Blok Demang, Desa Rajasinga, sementara petani di tujuh desa lainnya melaksanakan di masing-masing desa, yaitu Cikawung, Jatimungkul, Jatimulya, Plosokerep, Cibereng, Kendayakan, dan Manggungan.

Sebelum menggelar Sholat Istisqo, unsur muspika dan MUI setempat mengimbau warga untuk berpuasa terlebih dahulu selama tiga hari, yakni mulai Senin (9/6) hingga Rabu (11/6) yang sebelumnya telah disampaikan melalui pengumuman secara terbuka dengan cara berkeliling dari desa ke desa menggunakan mobil dengan pengeras suara.

Menurut Camat Terisi, Drs Welly Kuswaluyo, sebagian besar warga telah melakukan puasa tiga hari dan melaksanakan dengan khidmat, sehingga semua berharap Allah SWT bisa mengabulkan permintaan petani yang sudah bingung karena saluran irigasi mengering.

Sedikitnya 800 warga yang hampir seluruhnya petani asal Desa Karangasem dan Rajasinga, dan unsur Muspika Terisi telah berdatangan ke lapangan Demang sekitar pukul 08.00 dan dilanjutkan dengan pelaksanaan sholat sekitar pukul 09.00 WIB.

Bertindak sebagai khatib, KH Ayip Abdullah, yang juga Ketua MUI Kecamatan Terisi. Dalam khutbahnya, khatib meminta agar warga melakukan introspeksi diri atas segala dosa dan kesalahan, serta memohon ampun kepada Allah SWT.

"Kita harus memperbanyak `Istighfar` memohon ampun kepada Allah," kata Ayip yang juga memimpin doa khusus agar Allah menurunkan air hujan.

"Kita mengharapkan yang turun itu adalah hujan yang membawa rahmat, dan bukan hujan yang membawa bencana," katanya.

Casmda (45), salah seorang petani yang mengikuti sholat Istisqo mengatakan, dirinya sangat berharap agar hujan segera turun, karena jika tidak maka modal bertanam sampai Rp2,5 juta untuk setengah hektar sawahnya bisa hilang.

"Kita semua sudah minta ampunan atas segala dosa dengan harapan Allah mengabulkan permintaan kita," katanya.

Menurut Camat Terisi, di daerahnya terdapat areal sawah irigasi seluas 4.652 hektar, dan sawah tadah hujan sebanyak 215 hektar, sementara sawah yang terancam puso mencapai 1.140 hektar.

Cuaca di wilayah Cirebon, Kamis (12/6), mendung dan turun hujan rintik. Pada Rabu (11/6), cuaca di Kota Cirebon juga sempat mendung, tetapi tidak sampai turun hujan rintik. Sejumlah penduduk Kecamatan Gunungjati, Suranenggala dan Kapetakan, Kabupaten Cirebon berharap Jumat (13/6) mendung akan kembali datang dengan hujan yang lebih lebat.

"Kali Malang di Suranenggala sudah mulai menyusut sampai 70%, dan kita berharap hujan yang turun di Gunungjati ini bisa bergeser ke arah tengah supaya sejumlah sungai mendapat pasokan air hujan," kata Sukido, petani Desa Suranenggala. (kpl/rif)