Amos Gilad, seorang pembantu penting Menteri Pertahanan Ehud Barak, tiba di Kairo untuk berunding dengan kepala intelijen Mesir Omar Suleiman, yang telah menjadi penengah antara Israel dan kelompok-kelompok pejuang Palestina, kata para pejabat.
Para pejabat Mesir akan mendengar dari Gilad sikap Israel untuk mewujudkan periode tenang," kata satu sumber Mesir kepada kantor berita MENA.
Ia "mengharapkan, gencatan senjata antara Israel dan Palestina akan segera terwujud untuk mencabut blokade yang diberlakukan terhadap rakyat Palestina," kata MENA.
Di Israel, Barak mengemukakan kepada wartawan bahwa negaranya "harus menilai bagi kemungkinan-kemungkinan tercapainya ketenangan, tetapi tugas kita adalah menjamin keamanan sekitar Jalur Gaza dan kami juga akan melakukan itu."
"Militer kami kuat dan kita siap, kami akan bertindak," tambahnya dan menekankan bahwa Israel harus terlebih dulu "berusaha mencapai hasil-hasil yang sama tanpa berpaling pada angkatan bersenjata."
Hamas, yang menguasai Gaza setahun lalu, mencemoohkan Israel karena menyatakan pihaknya menginginkan gencatan senjata, sementara pada saat yang sama mempersiapkan satu serangan militer.
Surat kabar Maariv mengatakan bahwa menyusul pertemuannya Rabu, kabinet keamanan memberikan waktu bagi usaha-usaha gencatan senjata dua minggu lagi.
Jika para pejuang Palestina tidak menghentikan serangan roket dan mortir ke Israel selatan dalam jangka waktu itu, militer akan diizinkan melancarkan operasi darat jauh di dalam Jalur Gaza, kata surat kabar itu.
Tetapi, jika para pejuang menghentikan serangan mereka Israel akan juga melonggarkan blokade yang diberlakukannya setelah Hamas menguasai wilayah itu 15 Juni 2007 dengan mengusir pasukan yang setia pada Presiden Palestina Mahmud Abbas.
Selama berbulan-bulan Mesir telah berusaha agar kedua pihak menghentikan serangan mereka, tetapi pertumpahan darah berlanjut di dan sekitar Jalur Gaza.
Pada hari Kamis, seorang pria bersenjata tewas dalam baku tembak dengan pasukan Israel di Gaza utara - pejuang kedelapan Palestina yang tewas di Gaza pekan ini.
Paling tidak 500 orang, hampir semuanya warga Palestina dan mayoritas dari para pejuang Gaza, tewas sejak perundingan perdamaian antara Israel dan para pemimpin Palestina dimulai kembali Nopember tahun lalu (kpl/rif)