"Tibet masih tertutup bagi wartawan dan wisatawan asing akibat kekerasan melanda Lhasa pada 14 Maret. Untuk itu, Tibet belum dibuka untuk warga asing," kata Qin Gang dalam keterangan pers berkala di Beijing pada Kamis (12/6).
Meskipun demikian, ia menegaskan bahwa bila keadaan sudah pulih, Tibet akan dibuka seperti sediakala bagi warga asing, termasuk wartawan dan wisatawan.
Ia mengatakan pula bahwa penyebab Tibet tertutup dari dunia luar bukan berada pada pemerintah China, tapi pengikut Dalai Lama yang membuat kerusuhan.
Qin Gang sebelumnya mengatakan keadaan di Lhasa saat ini sebenarnya mulai tenang dan aman serta tidak ada lagi kerusuhan yang mengkhawatirkan.
Pemerintah China, katanya tegas, sanggup mengatasi masalah di Tibet, sehingga tidak perlu ada campur tangan dari pihak luar.
Ia menyatakan, pengikut Dalai Lama terus membuat kerusuhan dan kekerasan terkait dengan keinginan melepaskan diri dari China.
Maraknya upaya penggagalan obor Olimpiade di London dan Paris serta berbagai unjuk rasa menentang Olimpiade pada Agustus di Beijing itu oleh pemerintah China dikatakan merupakan upaya kelompok Dalai Lama. (kpl/rif)