< >

Muncul Desakan Penyelenggaraan UN Sehari Satu Pelajaran Saja

Sabtu, 14 Juni 2008 10:26
Kapanlagi.com - Para Kepala Dinas Pendidikan Provinsi se-Indonesia dalam pertemuan koordinasi membahas hasil Ujian Nasional (UN) di Depdiknas di Jakarta, belum lama ini, sepakat mengusulkan dan mendesak agar pelaksanaan UN hanya mengujikan satu mata pelajaran setiap hari, dan tidak lebih dari satu pelajaran karena akan memberatkan para siswanya.

"Kalau di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK, red) bisa diterapkan dengan hanya satu pelajaran UN yang diujikan setiap hari, kenapa di SMA dan bagi siswa peserta UN jenjang pendidikan lainnya tidak bisa diterapkan secara adil seperti itu," kata Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Lampung, Drs Hery Suliyanto MM, di Bandarlampung, Sabtu.

Menurut Hery, usulan dan desakan 33 Kepala Dinas Pendidikan Provinsi se-Indonesia itu telah disampaikan kepada Depdiknas Pusat, untuk diharapkan akan bisa diterapkan mulai UN tahun 2009 yang akan datang.

Tujuan usulan itu, adalah agar siswa peserta UN semua jenjang pendidikan dapat membagi waktu dan fokus dalam belajar serta mengerjakan soal UN dengan baik.

"Kalau dalam sehari diujikan lebih dari satu pelajaran untuk UN, kasihan anak-anak akan berat bagi mereka," kata Hery pula.

Dia menegaskan, kesepakatan bulat itu dibuat oleh 33 Kepala Dinas Pendidikan se-Indonesia untuk membenahi pelaksanaan UN sehingga bisa berjalan semakin baik dan hasilnya juga makin optimal.

"Kami sudah bersepakat soal itu, usulan dan desakan itu juga sudah kami menyampaikan kepada Mendiknas di Jakarta," ujar Hery lagi.

Ujian Kesetaraan SMK

Hery Suliyanto juga menyampaikan pelurusan berita di salah satu media massa nasional yang disampaikan Badan Standar Nasional Pendidikan (BNSP) yang juga ditembuskan kepada para Kepala Dinas Pendidikan se-Indonesia, berkaitan dengan berita Ujian Kesetaraan tertutup bagi siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Mengutip klarifikasi Ketua BNSP, Prof Dr Djemari Mardapi, menyebutkan sesuai Permendiknas Nomor 15 Tahun 2008 Pasal 3 Ayat (1) bahwa Ujian Nasional Paket Kesetaraan (UNPK) dapat diikuti oleh peserta didik yang pindah jalur dari pendidikan formal ke pendidikan nonformal kesetaraan (termasuk peserta didik dari SMK), dan peserta didik yang belajar melalui pendidikan nonformal lainnya atau secara mandiri.

Disdik Lampung menurut Hery, juga telah minta seluruh jajarannya di daerah itu, menyusul pengumuman kelulusan UN siswa SMA/SMK/MA negeri dan swasta pada Sabtu (14/6), agar dapat segera menerima pendaftaran bagi siswa yang tidak lulus UN itu untuk dapat mengikuti ujian kesetaraan maupun Paket C setara SMA.

"Termasuk pada hari Sabtu dan Minggu, kami minta kepada Dinas Pendidikan Kabupaten dan Kota di seluruh Lampung bersama Sanggar Kegiatan Belajar dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) dapat tetap beraktivitas untuk melayani pendaftaran peserta ujian kesetaraan tersebut.

Tingkat kelulusan UN pelajar SMA/SMK/MA di Lampung tahun 2008 menurun dibandingkan kelulusan UN tahun 2007.

Rekapitulasi hasil UN seluruh pelajar SMA sederajat se-Lampung menunjukkan, untuk pelajar Madrasah Aliyah (MA) negeri dan swasta kelulusan rata-ratanya hanya mencapai 87,15% atau 12,85% siswa tidak lulus dari seluruhnya 8.928 peserta UN MA itu.

Tingkat kelulusan UN pelajar MA itu, menurun dibandingkan hasil UN tahun 2007 yang mencapai rata-rata 96,16% atau hanya kurang 4% tidak lulus.

Hasil UN untuk siswa SMA negeri dan swasta di Lampung mencapai rata-rata 92,52% atau hanya 7,48% yang tidak lulus.

Angka kelulusan rata-rata siswa Jurusan IPA, IPS, dan Bahasa itu menurun dibandingkan hasil UN SMA tahun 2007 dengan kelulusan mencapai 93,66% (kurang 7% tidak lulus).

Kelulusan UN pelajar SMK negeri dan swasta di Lampung tahun 2008 mencapai 93,09% atau 6,91% yang tidak lulus. Tingkat kelulusan pelajar SMK itu juga menurun dari hasil UN tahun 2007 yang mencapai kelulusan 94,33%.

Berdasarkan hasil kelulusan itu, peringkat kelulusan terbaik rata-rata adalah sekolah di Kabupaten Lampung Barat yang mencapai kelulusan rata-rata 99,59% untuk UN SMA dan 99,38% untuk hasil UN MA. Tapi untuk UN SMK peringkat terbaik hasil UN tahun 2008 adalah sekolah di Kabupaten Lampung Tengah.

Umumnya sekolah negeri dan swasta favorit di Kota Bandarlampung dan beberapa kabupaten/kota di Lampung juga meluluskan seluruh (100%) siswanya, atau minimal tingkat kelulusannya bisa mencapai di atas 95%.

Namun terdapat beberapa sekolah yang tingkat kelulusannya minimal, di antaranya satu SMA negeri di Kabupaten Way Kanan Lampung yang seluruh peserta UN dari Jurusan IPA tidak lulus.

Satu SMK swasta di Padangratu, Kabupaten Lampung Tengah juga hampir seluruh siswa peserta UN jurusan IPA tidak lulus, dan enam Madrasah Aliyah (MA) swasta yang juga peserta UN jurusan tertentu, siswanya tidak lulus semuanya. (*/cax)