< >

Konvoi Masih Warnai Pengumuman Kelulusan di DIY

Sabtu, 14 Juni 2008 14:02
Kapanlagi.com - Pengumuman kelulusan SMA, SMK dan MA di Kota Yogyakarta, Sabtu, masih diwarnai kegiatan konvoi kendaraan bermotor meskipun Dinas Pendidikan setempat telah mengeluarkan imbauan agar siswa yang lulus tidak melakukan konvoi dan mencoret-coret baju seragam.

Sekitar 100 sepeda motor yang dikendarai siswa yang mengenakan baju seragam penuh coretan melakukan konvoi di Jl. AM Sangaji, Yogyakarta.

Namun, sejumlah petugas kepolisian kemudian menggiring mereka masuk ke sebuah lapangan untuk mendapat pembinaan.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMK 2 Yogyakarta, Marwata HN, mengatakan pihaknya sudah berupaya mencegah kegiatan konvoi kendaraan dengan cara tidak memasang pengumuman kelulusan di sekolah.

Dengan demikian siswa tidak perlu berbondong-bondong datang ke sekolah untuk melihat pengumuman kelulusan karena pemberitahuan kelulusan dilakukan melalui surat yang dikirimkan ke rumah masing-masing siswa pada Jumat (13/6) sore.

"Selain itu, pengumuman kelulusan juga dapat dilihat melalui Internet," katanya.

Pihak sekolah juga sudah mengimbau para siswa untuk tidak melakukan konvoi kendaraan yang tidak bermanfaat, tetapi bisa saja siswa berkumpul di tempat lain dan kemudian melakukan konvoi.

Marwata juga mengatakan untuk tahun ini angka kelulusan di SMK 2 lebih baik dari tahun lalu. Pada tahun ini siswa yang lulus mencapai 98,47% dari 652 siswa peserta ujian, dan yang tidak lulus hanya 10 siswa.

Menurut dia, siswa yang tidak lulus sudah mendapatkan bimbingan dan konseling dari sekolah, dan disarankan untuk mengulang pada tahun depan karena bagi siswa SMK untuk lulus melalui Ujian Nasional Pendidikan Kesetaraan (UNPK) cukup sulit.

"Siswa SMK sulit lulus UNPK karena kalau ikut kelompok IPS ada mata pelajaran sosiologi yang tidak diajarkan di SMK, sedangkan kalau ikut kelompok IPA ada mata pelajaran biologi yang juga tidak diajarkan," katanya.

Untuk menyiasati kondisi itu, sebenarnya siswa yang tidak lulus dapat mengikuti pelajaran tambahan di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).

Mengenai imbauan dari Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta agar siswa yang lulus melakukan kegiatan menanam pohon dan bakti masyarakat, Marwata mengatakan, himbauan itu belum dapat dilaksanakan pada hari pengumuman kelulusan karena imbuan itu dikeluarkan mendekati hari pengumuman, sedangkan para siswa sudah jarang datang ke sekolah seusai mengikuti Ujian Nasional dan Ujian Sekolah.

"Karena itu, imbauan dari dinas pendidikan itu akan kami laksanakan pada saat pengambilan ijazah," katanya. (*/cax)