
Menurut Phewe, dia dan kawan-kawan bandnya sering taruhan, tapi bukannya taruhan semacam judi, hanya sekedar bersenang-senang. "Yang kecil-kecil aja (taruhan). Kayak minuman kaleng. Paling traktiran, nggak sampe pindah agama." kelakar Phewe.
Tapi, Phewe dan kawan-kawan tak setiap hari nongkrong bareng buat nonton bola, mereka berencana menyaksikan pertandingan waktu babak final nanti. Mereka berencana nonton bareng di Dago. "Mungkin untuk piala Euro nanti di final nonton bareng. Di daerah Dago, di sana banyak cafe-nya," ungkap Phewe.
Selain nonton bola bareng, personil band ini juga kerap kumpul bareng di luar jam latihan untuk mengakrabkan diri. Anak-anak Tahta ini sering ngumpul untuk main futsal, renang, panjat tebing dan main PS. Seperti yang dilakukan hari Jumat kemarin, mereka main futsal bareng. "Ini untuk melatih kekompakan, karena kekompakan akan berpengaruh ke band. Futsal itu olahraga yang mempererat filosofi saling berbagi untuk menang," komentar Phewe mewakili teman-temannya. (kpl/hen/erl)
Lihat Profil: Tahta Band
ih...g nyangka dec kl krja smpngan.a nak tahta tu judi????????????????????hehe...mem...gejlik.