
Glenn melantunkan lagu Kau, Ku Masih Di Sini, Seandainya, dan Cukup Sudah dalam bentuk medley pada pembukaan penampilannya yang membuat para penonton bersorak.
Dalam konser yang didukung oleh Clas Mild dan Ruth Sahanaya Production ini, penonton tidak hanya mendengarkan dan menonton Glenn semata. Pada setiap pergantian lagu, Glenn yang menggunakan celana abu-abu, kemeja dan vest batik menyuguhkan satu tayangan drama pendek yang akan menjadi benang merah atas lagu-lagu yang akan dibawakan.
Diawali pertemuan seorang lelaki dan perempuan dalam satu tempat dan akhirnya berkenalan menjadi awal pembuka lagu Kafe Biru. Tayangan-tayangan drama pendek terus mengalir membuka lagu Mimpi Biru, Kasih Putih, Terpesona, Jejak Langkah, Akhir Cerita Cinta, dan Tega.
Tayangan drama pendek yang bercerita tentang kisah percintaan yang dibalut dengan tragedi perselingkuhan tersebut juga menjadi pengantar lagu Sedih Tak Berujung, Sekali Ini Saja, dan Pada Satu Cinta.
Didukung oleh para penari, tujuh orang musisi dan tiga orang penyanyi latar, Glenn berusaha memaksimalkan penampilannya dengan memainkan keyboard atau gitar pada lagu-lagu tertentu. Penampilan Glenn ini membuat para penonton terhanyut dan terhipnotis. Apalagi saat melantunkan Tega tiba-tiba dari seberang panggung muncul penyanyi Tompi bersahutan melakukan improvisasi.
Kejutan pun bukan hanya munculnya Tompi, penonton Kelas VIP akhirnya berdiri dan ikut bergoyang saat penyanyi rap Iwa K, Sai, dan Ivan Saba muncul membawakan lagu Malam Ini Indah.
Glenn yang piawai menyanyi dan menciptakan lagu ini juga mengajak penonton untuk intim satu sama lainnya. "Keintiman bukan hanya dengan orang tersekat tetapi juga dengan sekitar kita agar Indonesia bersatu," kata Glenn.
Konser yang menjual tiket festival seharga Rp75.000 dan Rp100.000 untuk VIP ini akan dilanjutkan kembali pada 18 Juni di Yogyakarta. (*/boo)
Lihat Profil: Glenn Fredly