Santa Cruz mencetak gol dari jarak dekat pada menit ke-26 dan kemudian memberi umpan kepada Salvador Cabanas untuk gol kedua empat menit setelah turun minum.
"Kami mengerahkan segalanya untuk mendapat hasil ini. Kami bisa menempatkan diri dengan baik pada pertandingan ini dan tidak kesulitan mengontrol lawan," kata Cruz usai pertandingan.
Pelatih Paraguay Gerardo Martino menambahkan bahwa kunci keberhasilan menundukkan salah satu tim terkuat di dunia itu adalah kerja keras dan solidaritas.
"Kami konsisten di lini belakang dan kami tidak memberi mereka ruang untuk mengembangkan permainan," jelas Martino.
Paraguay kini memimpin klasemen Amerika Selatan dengan 13 poin dari lima pertandingan, sementara Brasil baru mendulang delapan poin dan tekanan kepada pelatih Dunga pun bertambah setelah 10 hari lalu timnya juga kalah 0-2 dari Venezuela dalam sebuah laga persahabatan.
Kekalahan tersebut juga membuat Brasil tidak pernah menang di Asuncion sejak 1985, meski pada pertandingan malam itu Paraguay hanya bermain dengan 10 pemain hampir sepanjang babak kedua setelah bek Dario Veron mendapat kartu merah pada menit ke-48.
Sepanjang pertandingan Brasil, yang tidak diperkuat Kaka karena baru menjalani operasi lutut bulan lalu, tampil kurang kreatif dan hanya dua kali bisa memaksa kiper Paraguay Justo Villar untuk berjibaku menyelamatkan gawangnya.
Usai pertandingan Dunga mengatakan hari itu adalah hari di mana tidak ada sesuatu yang berjalan bagus untuk timnya.
"Ada hari-hari di mana segala sesuatunya tidak bekerja. Paraguay memanfaatkan kualitas mereka...kami tahu permainan ini membutuhkan ketahanan fisik," jelasnya.
Ia juga mengatakan waktu penyelenggaraan pertandingan sendiri tidak tepat karena beberapa pemain baru pulang dari liburan setelah musim kompetisi di Eropa berakhir.
"Kami tahu pertandingan ini akan sulit karena para pemain baru saja selesai berlibur. Tapi itu tidak jadi alasan dan Paraguay bermain bagus. Kami harus terus bekerja keras," tandas Dunga.
Pada pertandingan berikutnya, Rabu, Brasil akan menghadapi musuh bebuyutan Argentina di kandang dan striker Adriano, yang bermain pada babak kedua melawan Paraguay, sadar mereka harus bangkit pada pertandingan tersebut.
"Kemenangan atas Argentina akan menghapus hasil ini," tandas Adriano. (*/cax)