Hampir saja Ekuador membuat Argentina menelan kekalahan pertama di kandang dalam laga kualifikasi sejak 1993 setelah unggul pada menit ke-69 melalui Patricio Urrutia.
Hasil imbang itu membuat Argentina mengumpulkan 10 poin dari lima pertandingan zona Amerika Selatan sementara Ekuador empat angka.
Tim tamu sempat mengerubungi wasit Rene Ortube pada akhir pertandingan dan tampak jelas mereka marah karena lamanya injury time.
Argentina, yang akan tandang ke Brazil pada Rabu, tampil tidak mengesankan dan tidak mampu membuka peluang pada babak pertama.
Juan Roman Riquelme tidak bisa berbuat banyak di lini tengah sehingga pasokan bola kepada striker Lionel Messi dan Sergio Aguero pun tidak lancar.
Riquelme juga membuang dua tendangan bebas pada awal babak kedua dan kemudian permintaan penalti Ekuador tidak diindahkan wasit meski tampak Joffre Guerron didorong jatuh oleh bek Argentina Gabriel Heinze saat berlari masuk ke kotak penalti.
Kerja sama yang bagus antara Guerron dan Carlos Tenorio membawa hasil untuk Ekuador pada menit ke-20 ketika kerja sama mereka berdua membuka ruang bagi Urrutia untuk menendang masuk bola ke gawang Argentina.
Ekuador sepertinya akan membawa pulang tiga poin tapi lalu mereka kehilangan konsentrasi pada menit-menit akhir.
Tendangan gawang dari kiper Argentina Roberto Abbondanzieri melewati dua bek lawan dan mendarat tepat di hadapan Palacio yang dengan mudah menendang masuk ke gawang Ekuador untuk menyamakan kedudukan.
Akan tetapi pelatih Argentina Alfio Bastile tampak tidak terlalu kecewa dengan satu poin yang didapat itu.
"Kami layak untuk menang. Tapi kami bermain kurang bagus dan membuang banyak peluang," kata Bastile. (*/cax)