
"Di sana yang datang 95% bule. Dan mereka sangat antusias atas tarian yang kita bawakan. Sampai kita terharu dengan applaus yang tak putus. Senang, bangga dan penuh kemenangan. Sampai saya teriak 'ouw'. Saya ingin memberikan sesuatu yang berharga bagi bangsa ini," ungkap Tante Titiek, di Wisma Puspa Pangadegan, Senin (16/6).
Misi kebudayaan ini merupakan prakarsa kedutaan besar Indonesia di negara-negara setempat. Dengan biaya hingga Rp800 juta hanya untuk tiket pulang pergi, Tante Titiek mengaku harus menarik donatur dengan cara 'door to door'.
"Kita di sana terpaksa harus ngirit dengan menyewa mobil melintasi jalan darat selama 32 jam, dengan melawati 4 negara," tuturnya.
Salah satu cerita rakyat yang paling disambut meriah adalah cerita Malin Kundang. "Sambutannya luar biasa. Mereka sampai nangis. Sebelumnya kita menggunakan 'prolog' dalam bahasa setempat, tapi ceritanya tetap dengan bahasa Indonesia," pungkasnya. (kpl/buj/tri)
Lihat Profil: Titiek Puspa