Peraturan disiplin turnamen tersebut mengemukakan bahwa setiap pemain atau ofisial yang diusir secara otomatis diskors dalam satu pertandingan (Pasal 9 Peraturan Disiplin), dalam hal ini pertandingan sistem gugur hari Kamis di Basel, Swiss.
Direktur Komunikasi UEFA, William Gaillard, mengatakan pada konferensi pers di Wina bahwa komite disiplin organisasi tersebut akan membahas pengusiran Loew pada hari Rabu.
Loew dan rekannya dari Austria, Josef Hickersberger, diusir dari lapangan di pertandingan babak pertama Grup B hari Senin antara Jerman melawan Austria. Juara eropa tiga kali, Jerman, maju ke perempat final Kejuaraan Eropa tersebut setelah menang 1-0, sementara Austria tersingkir.
Loew mengajukan protes karena merasa tak bersalah dan menyerang petugas keempat pertandingan tersebut karena selalu ikut campur.
Gaillard mengatakan badan disiplin tersebut akan menerima pernyataan dari kedua tim dan wasit, dan kemudian memutuskan hari Rabu mengenai penskorsan tersebut dibenarkan atau tidak. Mereka juga bisa menjatuhkan skors tambahan.
"Terserah pada badan disiplin untuk memutuskan bukti apa yang akan dibahas. Kedua pelatih yang bersangkutan itu bisa naik banding atas setiap keputusan.
"Bila penskorsan tersebut dijatuhkan, UEFA akan meminta badan sepak bola dunia, FIFA, untuk melarang Hickersberger pada pertandingan pertama kompetisi Austria setelah kompetisi tersebut.
"Bila Skors dijatuhkan, ia tidak akan mempunyai akses ke para pemain setelah mereka tiba di stadion untuk pertandingan perempat final melawan Portugal. Ia sama sekali tidak diizinkan berkomunikasi dengan para pemain di stadion.
"Meskipun demikian, ia bisa ambil bagian dalam konferensi pers sebelum dan sesudah pertandingan," katanya.
Ia mengatakan bukan tidak lumrah bagi pelatih diusir dari lapangan "Yang luar biasa ialah keduanya diusir."
Loew mengatakan ia tidak perlu memberi penjelasan tentang pengusiran dan kecaman tajamnya terhadap petugas keempat, Damir Skomina dari Slovenia.
"Saya memberitahunya bahwa rekan saya (Hickersberger) dan saya ingin bekerja dengan damai di zona pelatih. dari awal petugas keempat itu hampir setiap menit memberitahu saya untuk duduk. Ia mengganggu konsentrasi saya. Zona tersebut adalah zona untuk pelatih," kata Loew.
"Saya tidak menghina petugas keempat itu," kata Loew. "Saya berusaha dalam beberapa bahasa untuk memberitahu dirinya agar tidak campur tangan. Akhirnya saya sedikit kasar," katanya.
Loew menambahkan bahwa para petugas keempat semakin menyakitkan dirinya selama beberapa tahun belakangan ini.
"Semakin timbul masalah dengan petugas keempat dalam satu atau dua tahun belakangan ini. Saya menginginkan kebebasan di zona pelatih," kata Loew. (*/cax)