
Pemilik nama Namara Surtikanti ini juga membantah kalau langkah kehati-hatian itu bagian dari trauma masa lalu yang masih dideritanya. Menurut Kikan menghadapi sesuatu tidak boleh ada trauma, ungkapnya.
"Hati-hati dan seleksi itu bukan merupakan trauma," terangnya.
Ditanya kapan dirinya akan memiliki pendamping hidup lagi, Kikan dengan santai mengaku belum memikirkan. Kesibukannya di Coklat dan membesarkan kedua anaknya sudah menjadi pekerjaan tersendiri.
"Sekarang tidak menjadi prioritas, ngak kepikir, target ngak ada, belum ada terget-targetan, sekarang kerja...kerja... dan kerja, masih menyibukan diri dengan Coklat," terangnya.
Diakui Kikan, perpisahan merupakan hal yang tak perlu terjadi. Semulus apa pun pasti memberi dampak pada anak-anak dan keluarga. Hingga kini Kikan selalu berusaha memberi pengertian pada anak-anaknya.
"Aku bersyukur punya ortu yang mendukung, mereka punya pengalaman, kasih pengertian," terangnya.
Disingung soal gossip, ada pria yang dekat dengan dirinya, perempuan kelahiran Jakarta, 9 September 1976 itu justru menantang wartawan menyebutkan pria itu. "Udah ada siapa, sebutin," ungkapnya. (kpl/ant/dar)
Lihat Profil: Kikan Cokelat, Yuke Dewa