Insiden itu terjadi, Rabu di satu konferensi pada Pemenang Hadiah Perdamaian Nobel di kota bersejarah Petra, Jordania.
Peres menyatakan, negara-negara Arab bertanggung jawab atas macetnya proses perdamaian dan menyalahkan Presiden Suriah Bashar al Assad karena tidak membicarakan perdamaian antara Israel dan Suriah secara langsung, kata berita surat kabar itu,
Mussa menanggapi dengan marah, dengan menyatakan Israel tidak menanggapi secara positif pada prakarsa perdamaian Arab yang disetujui para pemimpin Arab di Beirut tahun 2002.
Ia mengatakan, kegiatan pembangunan permukiman yang terus dilakukan Israel di daerah-daerah Palestina "mengubah situasi demografis di lapangan, dan kami tidak dapat mengetahui di mana anda mengambil tanah kami," kata surat kabar itu.
Mussa mengatakan kepada wartawan kemudian bahwa ia terpaksa menanggapi pernyataan Peres " karena Israel mengelabui negara-negara Arab dengan menyatakan pihaknya telah melakukan usaha perdamaian."
Paling tidak 280 politikus, ahli ekonomi dan ilmuwan selain 30 pemenang Hadiah Nobel ikut serta dalam konferensi yang diselenggarakan di bawah tema "Advancing Access to Science Education as a Critical Driver of Economic Growth and Social Progress." (kpl/rif)