"Kami `sowan` (menghadap, red) untuk berkonsultasi," kata Muhaimin yang antara lain didampingi Sekjen Lukman Edy, Ketua Lembaga Pemenangan Pemilu (LPP) Erman Soeparno, dan sejumlah anggota DPR asal PKB.
Dikatakannya, mengingat PKB adalah "anak kandung" NU maka adalah hal yang wajar jika meminta arahan dari "induknya".
Apalagi, lanjutnya, pihaknya ingin berkonsultasi terkait persoalan pemberdayaan umat yang sehari-hari menjadi urusan organisasi kemasyarakatan seperti NU.
PKB ingin agar kader-kader mereka yang ada di eksekutif maupun legislatif bisa berperan maksimal di dalam pemberdayaan umat, khususnya warga NU yang jumlahnya sangat besar.
"Kita tinggalkan konflik, sekarang saatnya bekerja untuk umat," katanya.
Sementara itu Hasyim berpesan agar PKB mawas diri dengan melakukan perbaikan, terutama terkait tiga hal, yakni memperbaiki amanat, kepemimpinan, serta intensitas dan kualitas pengabdian.
"Partai itu berangkatnya dari golongan, tetapi pulangnya harus untuk bangsa dan negara. Jangan membesarkan diri sendiri," kata Hasyim.
Terkait hubungan dengan NU, Hasyim berpesan agar PKB menyesuaikan visi dan misinya dengan NU terutama terkait visi dan misi keagamaan, kebangsaan, dan kenegaraan.
"Mengingat konstituen PKB sebagian besar NU maka kemanfaatannya untuk warga NU juga harus jelas. Kalau jelas, tanpa diminta memilih pun pasti memilih PKB," katanya.
"Ini nasehat orang tua loh, bukan berarti saya mengantri ingin jadi pengurus," kata Hasyim yang disambut tawa semua yang hadir. (kpl/rif)