< >

Iran Siap Rundingkan Insentif Nuklir

Jum'at, 20 Juni 2008 08:23
Kapanlagi.com - Iran mengatakan Kamis (19/6) bahwa negara itu siap untuk membicarakan mengenai paket insentif ekonomi baru yang diajukan oleh negara-negara besar yang berusaha meyakinkan Teheran untuk mengekang kerja nuklirnya.

Menlu Iran Manouchehr Mottaki mengatakan pada konferensi pers di ibukota Uganda Kampala bahwa keenam negara -- AS, Rusia, China, Inggris, Perancis dan Jerman -- juga akan meninjau serius usulan Teheran sendiri.

"Kami telah memberitahu mereka mengenai kesiapan kami untuk berunding. Paket yang diberikan oleh negara P5+1 sekarang ini sedang dipertimbangkan dan pada waktu yang tepat Teheran akan memberikan tanggapannya," kata Mottaki.

"Kami juga memiliki apa yang kami katakan sebagai paket Iran yang telah kami kirim kepada negara P5+1 dan kami mengharapkan mereka akan mempertimbangkannya sebagaimana kami mempertimbangkan (paket) mereka," tambah Mottaki, yang berada di Uganda untuk pertemuan Organisasi Konferensi Islam (OKI).

Diplomat penting EU Javier Solana telah menyampaikan pada Iran Sabtu lalu tentang paket keuntungan ekonomi baru yang dirancang untuk meyakinkannya agar mengekang kerja nuklirnya dan mengatakan Iran akan menghentikan pengayaan uranium pada saat pembicaraan untuk melaksanakan tawaran itu.

Paket itu merupakan versi yang direvisi dari paket yang telah ditolak oleh Iran pada 2006. Negara-negara besar Barat, yang menduga Iran telah menggunakan program nuklir sipilnya sebagai kedok untuk membuat bom atom, telah mengatakan Iran akan menghadapi sanksi lagi jika negara itu menolak tawaran tersebut.

Sebagai penandatangan Perjanjian Non-Proliferasi nuklir, Iran bersikeras mereka memiliki hak untuk melakukan putaran bahan bakar nuklir sepenuhnya, termasuk pengayaan uranium, untuk tujuan damai. Iran mengatakan negara itu menginginkan kekuatan nuklir hanya untuk membangkitkan listrik.

Mottaki mengatakan, AS harus berhenti menceramahi Iran mengenai ambisi nuklirnya.

"Amerika tidak dalam posisi untuk senang atau tidak senang dengan aktivitas nuklir damai kami. Itu negara yang sekarang ini menguji bom nuklir generasi kelima," katanya.

"Amerika harus membatasi dirinya ke perbatasannya dan berhenti ikut campur dengan negara lain. Waktu untuk memerintah negara lain sudah usai. Kita akan terus merealisasikan hak-hak kita dengan pasti," ia menambahkan. (kpl/rif)