"Pertamina sedang mengkaji beberapa opsi, karena harga elpiji juga naik sebanding dengan harga minyak. Jadi ada opsi menstandarkan elpiji sesuai dengan harga minyak," kata Dirut PT Pertamina Ari Soemarno di Jakarta, Jumat (20/6).
Namun, ia melanjutkan, pihaknya akan mempertimbangkan secara matang terlebih dahulu opsi-opsinya.
Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Achmad Faisal mengatakan, pihaknya menghadapi dilema dalam bisnis elpiji 12 kg.
Di satu sisi, Pertamina mengalami kerugian dalam bisnis elpiji 12 kg, apalagi di saat konsumsi yang cenderung naik, namun di sisi lain kesulitan menaikkannya. (*/lin)