< >

Jepang Meminta Maaf Atas Karamnya Kapal Taiwan

Sabtu, 21 Juni 2008 17:01
Kapanlagi.com - Jepang, Jumat menegaskan kembali kesediaannya memberikan kompensasi untuk tabrakan kapal pada awal bulan ini yang memicu sengketa diplomatik.

Perwakilan tinggi Jepang di Taiwan, Tadashi Ikeda, menyampaikan sepucuk surat kepada Menteri Luar Negeri Francisco Ou, dari pasukan Penjaga Pantai Jepang dalam pertemuan di kementerian tersebut.

Dalam surat itu, pasukan Penjaga Pantai Jepang menawarkan pihaknya minta maaf secara tulus dan bersedia membahas ganti-rugi.

"Menteri Ou menyambut baik dan mengiyakan niat baik Jepang," kata siaran pers kementerian tersebut.

Jepang mengisyaratkan bersikap damai dalam penyelesaian sengketa diplomatik selama dua pekan berkaitan tabrakan antara kapal patroli Jepang dan kapal penangkap ikan Taiwan di perairan lepas pantai kepulauan Senkaku yang disengketakan.

Ketegangan-ketegangan antara Taiwan dan Jepang merebak setelah kapal Penjaga Pantai Jepang `Koshiki` pada 10 Juni dituduh menabrak dan menenggelamkan kapal sport penangkap ikan `Lienhe`, yang menyebabkan Lienhe tenggelam di perairan dekat kepulauan yang dikuasai oleh Jepang itu.

Taiwan juga menyatakan bahwa gugusan kepulauan kecil `Tiaoyutai` itu adalah miliknya, yang dikelilingi perairan yang kaya dengan sumber daya ikan, serta berpotensi besar cadangan gas alam.

Setelah Koshiki menyelamatkan semua 16 orang yang berada di kapal Lienhe itu, Jepang menahan kapten kapal Lienhe selama tiga hari, guna diperiksa mengenai alasan-alasan kenapa kapalnya sampai memasuki wilayah maritim Jepang secara ilegal.

Taiwan memprotes penahanan itu dan kemudian memanggil perwakilan tingginya di Jepang, dan membentuk komite khusus Kementerian Luar Negeri untuk menangani hubungan-hubungan dengan Tokyo.

Pasukan pengawal pantai Taiwan Senin juga mengadakan operasi di perairan dekat Senkaku untuk mendampingi kapal pemrotes Taiwan di sini.

Taiwan membantah pernyataan Jepang atas terjadinya tabrakan tersebut, namun Taiwan tampak puas dengan pernyataan permintaan maaf pada hari Jumat.

Kedutaan de facto Jepang dalam keadaan kosong berkaitan dengan hubungan resmi. Meskipun demikian, Perhimpunan Pertukaran kedua negara mengirimkan para pejabat seniornya ke rumah kapten kapal Taiwan itu, yang merupakan kunjungan kedua ke kediamannya selama sepekan terakhir.

Hitoshi Funamachi, pejabat nomor dua dari Perhimpunan Pertukaran tersebut, menyampaikan surat dari Pengawal Pantai Jepang kepada sang kapten, Ho Hung-yi, dan menyatakan `permintaan maaf dengan tulus`. Sementara itu, Tokyo juga menegaskan kembali kesediaannya untuk membayar ganti-rugi atas tenggelamnya kapal penangkap ikan tersebut.

"Kementerian kami akan membantu merundingkan penyelesaian menyangkut kepentingan Ho, dan terus mengadakan pembicaraan-pembicaraan mengenai penangkapan ikan dengan Jepang," kata siaran pers, tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut.

Taiwan dan Jepang telah melakukan belasan putaran perundingan mengenai hak-hak penangkapan ikan di dekat Senkaku, namun mereka belum mencapai satu perjanjian. (*/cax)