Wisatawan Bali Harus Waspadai Kecepatan Angin
Kapanlagi.com - Masyarakat dan turis, termasuk wisatawan domestik yang "tumpah" ke Bali bertepatan libur sekolah ini, diingatkan untuk mewaspadai munculnya angin kencang dari Timur-Tenggara berkisar 8 - 25 knots atau bisa mencapai sekitar 45 kilometer per jam. Pola tekanan tinggi, 1.038 milibar (Mb) di selatan Benua Australia, menjadi penyebab terjadinya angin kencang di kawasan timur Indonesia, termasuk Bali, kata Kepala Bidang Data dan Informasi Balai Besar Meteorologi dan Geofisika (BBMG) Wilayah III Denpasar, Ir H Sutrisno, di Denpasar, Senin. Cuaca di Pulau Dewata dan sekitarnya, termasuk kawasan perairan laut yang kini banyak diserbu wisatawan yang menggemari dan mencoba olah raga permainan air, juga dipengaruhi munculnya siklon tropis Fengshen (960 Mb) di sekitar Filipina Utara. Dijelaskan, secara umum cuaca di sekitar Pulau Dewata berawan-hujan ringan. Suhu udara berkisar 22-31 derajat Celcius, dengan kelembaban 60-93%. Siklon Fengshen mempengaruhi pertumbuhan awan dan berpotensi hujan di Selat Bali, perairan selatan Bali, Laut Flores, Laut Timor, Laut Suwu, hingga perairan selatan Nusa Tenggara Timur. Akibat perbedaan pola tekanan tersebut selain membuat kecepatan angin tinggi, juga memacu tinggi gelombang di perairan laut. Seperti di Selat Bali sekitar dua meter, Laut Bali tiga meter, Selat Lombok 2,75 meter dan Samudera Hindia selatan Bali mencapai lima meter. BMG mengingatkan kepada pengguna dan perusahaan pelayaran, termasuk operator jasa penyeberangan kapal feri yang melintasi Selat Bali dan Selat Lombok, untuk lebih waspada menghadapi perkembangan cuaca yang berlaku 24 jam hingga Selasa (24/6). "Kami sudah menyebarkan informasi peringatan (warning) terkait kondisi cuaca ini, termasuk kepada para nelayan, masyarakat dan wisatawan yang harus lebih hati-hati," tambahnya. (*/cax) |