
"Barangkali ini juga terjadi di partai lain. Keterlibatan perempuan untuk berkiprah politik ke partai masih banyak karena didekati partai dulu," ujar Wanda, usai menjadi pembicara Diskusi Publik Selamatkan Indonesia! Kebangkitan Kaum Muda Untuk Melanjutkan Agenda Reformasi, yang juga judul buku karangan Amien Rais, di Universitas Gadjah Mada, Senin (23/6).
Wanda yang tengah hamil enam bulan itu melanjutkan, dalam kunjungan ke daerah-daerah, semangat mengenalkan politik pada kaum perempuan juga terhadang tembok budaya patriarki.
"Acara-acara lebih banyak dihadiri kaum laki-laki. Yang perempuan malah sibuk menyiapkan makanan dan minuman," kata wanita kelahiran Jakarta 21 September 1977 yang sudah tiga tahun menjabat Bendahara DPP PAN ini.
"Ketika masuk ke pengurusan partai, kaum perempuan juga masih kurang diberi dilibatkan dalam kebijakan-kebijakan internal yang bersifat elitis," ujarnya.
Kalau begitu, apa yang sebaiknya dilakukan? "Budaya patriarki harus ditembus, baru perempuan bisa dapat kesempatan dan tempat, sehingga terlibat pula dalam pengambilan kebijakan," katanya. (kpl/tia/bun)
Lihat Profil: Wanda Hamidah