< >

Konversi Gas di Sulsel Diundur Hingga Awal 2009

Selasa, 24 Juni 2008 16:41
Kapanlagi.com - Pelaksanaan konversi gas elpiji yang rencananya diberlakukan Februari 2008 di Sulawesi Selatan, diundur dan akan direalisasikan pada awal tahun 2009.

"Penundaan realisasi konversi gas elpiji ini berdasarkan pemberitahuan dari tim nasional konversi yang menginstruksikan agar program ini dikonsentrasikan di Pulau Jawa," kata Sales Representative Rayon 3 Gas Domestik Region 5 PT Pertamina UPms VII, Lucky Pangeman di Makassar, Selasa (24/6).

Padahal lanjut dia, pihaknya telah menyiapkan sekitar 50 ribu unit tabung elpiji dan kompor gas untuk segera didistribusikan secara gratis kepada masyarakat Sulsel, namun sejumlah tabung dan kompor gas tersebut dialihkan ke Surabaya untuk menutupi kekurangan di daerah itu.

"Sebenarnya, kita sudah menyimpan tabung gas elpiji ini selama dua bulan sebelum direalisasikan pada awal Februari 2008 tetapi terpaksa dialihkan setelah dinyatakan bahwa program tersebut untuk wilayah Sulsel diundur hingga awal tahun 2009," jelas Lucky seraya mengakui bahwa pihaknya telah menyimpan produk tersebut selama dua bulan sebelum program ini diaplikasikan pada awal Februari lalu.

Bahkan Pertamina juga mengaku telah menyiapkan tempat pengisian ulang tabung gas elpiji. Program konversi ini, katanya, akan dilaksanakan secara bertahap di beberapa kota pada tahun 2009 seperti Medan, Makassar dan Balikpapan.

Khusus wilayah Sulsel, pihak Pertamina akan membagikan secara gratis kepada 300 ribu KK untuk wilayah Maros, Gowa, Takalar dan Makassar.

Menurut Lucky, sasaran program ini sengaja melirik Kota Makassar dan sekitarnya dengan melihat daya konsumsi masyarakat terhadap penggunaan minyak tanah sangat tinggi.

Humas PT Pertamina UPms VII Makassar, Najamuddin mengatakan bahwa tingkat konsumsi minyak tanah di Makassar mencapai sekitar 600 ribu hingga 700 ribu liter per hari sedangkan konsumsi untuk wilayah Sulsel sekitar 1.700 kilo liter per hari.

Sedangkan besaran volume penggunaan tabung gas LPG di Sulsel hanya berkisar 20.000 kilogram. Najamuddin berharap, program konversi ini dapat segera menjamah seluruh wilayah Sulsel. Sebelum implementasi program ini, pihak Pertamina telah mempersiapkan sejumlah unit tabung gas dan kompor tiga bulan sebelum realisasi konversi diberlakukan. (*/lin)


BERITA TERKAIT