< >

Tuna Jadi Andalan Ekspor Nonmigas Bali

Selasa, 24 Juni 2008 17:15
Kapanlagi.com - Tuna segar maupun yang sudah dibekukan, produksi daerah ini masih menjadi salah satu andalan ekspor nonmigas Bali dari sektor perikanan bersama mata dagangan hasil industri kecil dan kerajinan.

Tuna segar yang diekspor ke Jepang, AS dan Asia lainnya masih menjadi salah satu andalan perdagangan luar negeri pulau Dewata, kata Kasubdin Perdagangan Luar Negeri, Disperindag Bali, Ni Wayan Kusumawathi di Denpasar Selasa (24/6).

Tuna yang menjadi salah satu andalan Bali, dalam perolehan devisanya lima bulan pertama 2008 meningkat 32,3% menjadi US$35,4 juta, jika dibandingkan periode sama 2007 yang hanya US$26,7 juta.

Bertambah banyak mampu meraup dolar, berkat pengusaha mengapalkan 14.086 ton tuna segar dan yang sudah dibekukan selama Januari-Mei 2008, jumlah itu naik hingga 79% dari periode sama sebelumnya hanya 7.837 ton.

Dari laporan Disperindag menyebutkan, sebenarnya harga rata-rata tuna produksi Bali di pasaran dunia berkurang dari rata-rata US$3,4 per kg tahun lalu, menjadi hanya rata-rata US$2,5 per kg awal tahun 2008.

Selain harga turun di pasaran ekspor, pengusaha sebenarnya diterpa banyak masalah, yakni adanya kenaikan harga BBM dan kebijakan yang dianggap kurang menguntungkan, sehingga pernah mengancam semua kapal tidak dioperasikan.

Ada sekitar 700 kapal penangkap tuna long line yang mangkal di Pelabuhan Benoa, 15 Km selatan Denpasar dan beroperasi setiap saat guna mengisi permintaan pasar terutama yang datang dari Jepang, AS, China dan Taiwan.

Walau terjadinya banyak permasalahan yang menerpa para pengusaha penangkapan ikan di laut itu, namun berkat keuletannya dalam beroperasi maka volume perdagangan ekspor meningkat terus sekaligus perolehan devisanya.

Tuna masih menjadi salah satu andalan ekspor nonmigas Bali selain pakaian jadi, kata Kusumawathi, sambil menyebutkan bahwa Bali memperdagangkan sedikitnya sembilan jenis hasil laut yang memasuki pasar ekspor.

Hasil laut yang memasuki pasar ekspor selama ini yakni selain tuna juga ikan hias hidup, kepiting, kakap, kerapu, nener (bibit bandeng), lobster, sirip ikan hiu dan rumput laut yang banyak dihasilkan petani Nusa Penida. (*/lin)