
“Ini diartikan sebagai tekad kita untuk memerangi narkoba,” jelas Farhan di 9 Clouds Menara Jamsostek, (24/6). Tapi bukan serta-merta dengan menyalahkan lampu penggunaan narkoba langsung hilang. “Ini seperti pekik Merdeka yang diucapkan Bung Karno dulu. Dan itu tidak serta merta kolonial langsung pergi. Tapi perlu proses panjang. Ada semangatnya,” imbuhnya.
Apalagi tingkat penyalahgunaan narkoba semakin tinggi, terutama di kalangan anak–anak dan pelajar. “Pernah suatu saat secara tidak sengaja aku lihat seorang anak diperintah ambil barang oleh bandar di beberapa tempat. Setelah selesai bandar memberikan uang tips tapi ditolak sama si anak. Malah dia meminta sedikit dari barang yang diambilnya,” tuturnya.
Ini menurut Farhan sangatlah memprihatinkan. Tindakan preventif merupakan salah satu solusinya. “Mungkin kita lebih baik mencegah orang–orang menjadi bandar, daripada menangkapi bandar. Dengan memberantas pola pikir kemiskinan. Jadi bandar itu bukan perkara uang saja. Tapi karena pola pikir kemiskinan itu tadi. Mereka takut miskin jadi melakukan apa saja, bukannya mereka tidak punya apa–apa. Contoh lainnya para jaksa yang korupsi,” urai presenter kondang ini. (kpl/ant/tri)
Lihat Profil: Farhan
Does it offer a solution? Will it make a change? Or it's just playing cute? *sigh