Beberapa saat setelah timnya, yang berperingkat 92 dunia, tersingkir dari Euro 2008, Hickersberger mengatakan ia masih mempertimbangkan masa depannya, tetapi telah mengubah pikirannya, katanya kepada harian Austria, Der Standard.
"Saya akan mundur," kata Hickersberger seperti dikutip di lamannya. "Saya sudah habis, saya lelah -- saya perlu istirahat, saya perlu menghimpun tenaga. Tugas selesai, misi sudah dilaksanakan," katanya.
Atas pertanyaan apakah ia akan mengubah pikirannya lagi, ia menjawab, "Tidak. Saya hanya dapat memikirkan beberapa alasan yang sangat kecil yang akan membenarkan hal itu."
"Tim telah disegarkan, dan jalan ini mestinya dilanjutkan ... Segala sesuatunya berjalan dengan baik. Menjadi tuan rumah Kejuaraan Eropa merupakan pengalaman yang fantastik, bahkan bagi saya."
Hickersberger menjadi pelatih Austria sudah dua tahun. Tahun ini merupakan tahun keduanya di tim nasional tersebut.
Banyak orang Austria sebelumnya merasa cemas bahwa tim mereka akan dipermalukan di turnamen tersebut, tetapi kekalahan hanya satu gol dari Jerman dan Kroasia ditambah bermain imbang 1-1 dengan Polandia dianggap sebagai penampilan terhormat oleh sebagian besar pengamat.
Pelatih Jerman Joachim Loew terpaksa menyaksikan tim asuhannya berlaga di perempat final melawan Portugal dari ruangan yang dikelilingi kaca dan dikawal ketat petugas keamanan.
"Mereka memperlakukan kami seperti beruang sirkus. Saya tidak ingin lagi menjadi beruang sirkus," kata Hickersberger kepada Der Standard, tetapi menambahkan bahwa ia tidak ingin berhenti sebagai pelatih.
"Saya dapat bayangkan turun lagi ke lapangan setiap hari -- di suatu tempat," katanya. (kpl/rsd)