
Penggarapan album baru ini sebenarnya bukan proyek dadakan Hedi. Dia membutuhkan waktu dua tahun untuk membuat materi albumnya matang. Beda dengan album terdahulunya, kali ini Hedi membidik pangsa pasar anak muda.
"Kurang lebih sekitar dua tahun pengerjaannya (pembuatan album). Tapi baru setahun belakangan ini mulai intens penggarapannya. Ini menyesuaikan pangsa pasar anak muda. Makanya agar album ini sukses aku mencari pencipta-pencipta lagu yang muda berbakat, Seperti Nino (personil Run), Badai (personil Kerispatih).
Selama ini Hedi dikenal sebagai sosok musisi yang idealis, perubahan pilihan pangsa pasar ini tentu sesuatu yang sedikit mengejutkan. Tapi setelah sekian lama berkiprah di panggung musik, Hedi ingin melakukan sedikit perubahan. Meski begitu, dia tak melupakan penggemar lamanya dan tetap menyisihkan satu lagu lama yang tetap dapat dinikmati semua penggemarnya.
"Ini salah satu perubahan dalam bernyanyi saya, karena nggak ada idealis karena musik itu universal banget. Saya masih punya jiwa anak muda. Dalam album ini,ada lagu yang judulnya Maafkanlah. Itu lagu lama yang pernah dinyanyikan Atiek CB sama Yuni Shara, untuk mengobati kerinduan fans-fans lama," ungkap personil Kahitna ini.
Walau saat ini banyak bermunculan musisi dan band-band muda, itupun tak mengurangi optimisme Hedi Yunus dalam bermusik. Baginya, persaingan itu sebuah kewajaran, toh pangsa pasar untuk jenis musiknya juga berbeda. Bagi Saya itu bukan suatu persaingan, walau persaingan itu pasti ada. Tapi kita pasti mempunyai pangsa pasar atau market berbeda," ujarnya.
Peluncuran album baru Hedi Yunus ini tentu jadi obat penawar rindu bagi semua penggemarnya. walau membutuhkan waktu dua tahun untuk kembali menelurkan album baru, tapi penggarapan album ini lancar dan sukses. (kpl/hen/erl)
Lihat Profil: Hedi Yunus