< >

Adaptasi Lintasan Jadi Kendala Atlet Jatim

Rabu, 25 Juni 2008 16:16
Kapanlagi.com - Tim boling Jawa Timur dipastikan tidak memiliki waktu yang cukup untuk beradaptasi dengan lintasan di PON XVII/2008 di Kalimantan Timur, karena jadwal keberangkatan dan pertandingan yang terlalu mepet.

Asisten Manajer Puslatda Boling Jatim, Agus Purwanto yang dihubungi di Surabaya, Rabu, mengungkapkan, sesuai jadwal dari KONI Jatim, tim boling berangkat ke Kaltim pada 4 Juli, sementara pertandingan mulai berlangsung sekitar 6 atau 7 Juli.

"Kami sudah mengusulkan kepada KONI Jatim agar jadwal keberangkatan bisa dimajukan, tapi ditolak. Kondisi seperti ini jelas menyulitkan atlet, padahal peboling seharusnya beradaptasi dengan lintasan", katanya.

Memang para peboling Jatim pernah menjalani pertandingan di lintasan boling SCP Samarinda saat prakualifikasi PON pada Februari lalu, tapi adaptasi ulang tetap perlu dilakukan.

Apalagi selama ini peboling Jatim terbiasa berlatih di lintasan sintetis, sementara pertandingan PON menggunakan lintasan wood yang memiliki karakter berbeda.

Tim Boling Jatim hanya mendapat kuota tiga atlet putra dari KONI Jatim untuk berlaga di PON XVII, sedangkan kelompok putri tidak diizinkan berangkat, karena gagal di ajang prakualifikasi PON.

Tiga peboling putra Jatim yang sudah ditetapkan Pengprov Persatuan Boling Indonesia (PBI) Jatim adalah Handjaja Kuntjara, Darways Poedji dan M. Ali Afandi.

Handjaja dan Darways merupakan peboling kawakan yang telah beberapa kali memperkuat Jatim di sejumlah turnamen dan kejuaraan, termasuk PON. Pada PON 2004 di Sumatera Selatan, Handjaja menyumbang dua perak untuk Jatim dari nomor perorangan dan "all event".

Sedang Ali Afandi yang juga putra Ketua Umum PBI Jatim, La Nyalla Mattalitti tergolong pendatang baru dan merupakan kali pertama tampil di ajang multievent nasional empat tahunan ini.

"Target kami tetap satu medali emas sesuai yang dibebankan KONI Jatim, tapi tidak menutup kemungkinan bisa dapat lebih. Handjaja Kuntjara menjadi tumpuan untuk merealisasikan target itu", kata Agus Purwanto menambahkan.

"Mudah-mudahan dua medali perak yang direbut Handjaja di PON 2004, kali ini bisa meningkat jadi emas", katanya berharap.

Menurut Agus Purwanto, peboling DKI Jakarta, Jabar dan tuan rumah Kaltim merupakan lawan yang patut diwaspadai. Dalam berbagai kejuaraan dan turnamen, peboling dari tiga daerah itu selalu bersaing dengan Jatim.

"Yang paling diuntungkan tentu tuan rumah Kaltim, karena sudah kenal dengan karakter lintasan. Tapi itu bukan jaminan, karena ada faktor lain yang bisa mempengaruhi penampilan peboling", katanya. (*/cax)