Kejuaraan bertajuk A Mild Billiard National Challenge Championship 2008 itu guna menjaring pebiliar berbakat dari kalangan pemula, demikian siaran pers yang diterima ANTARA di Denpasar, Rabu.
Penyelenggaraan A Mild Billiard NCC 2008 itu guna menjaga kontinuitas prestasi biliar di tanah air, yang diilhami keberhasilan penyelenggaraan kegiatan serupa dalam dua tahun berturut-turut.
PB POBSI berharap penyelenggaraan kejuaraan tersebut menjadi arena pesta bagi para "breakshooter" atau para pebiliar pool, khususnya yang tergolong non profesional.
Artinya belum pernah terjaring mewakili propinsi/kabupaten seperti atlet pelatda/pelatcab maupun mewakili timnas (atlet pelatnas).
Dengan tema "Calling All Billiard Heads", A Mild Billiard NCC 2008 ingin menjaring para pebiliar bertalenta dan memberi mereka wadah untuk bersaing secara imbang.
Kegiatan ini terbuka bagi para pebiliar non profesional, pria maupun wanita, dengan usia 18-35 tahun. Kontestan nantinya tidak hanya datang dari Pulau Jawa, namun juga asal Sumatera, Sulawesi, Kalimantan, dan Bali.
Pelaksanaannya berlangsung di tujuh kota, Palembang pada 24-28 Juni 2008, Balikpapan (1-5 Juli), Banjarmasin (8-12 Juli), Makassar (15-19 Juli), Denpasar (22-26 Juli), Surabaya (29 Juli?Agustus), Semarang (5-9 Agustus) dan Bandung (12-16 Agustus).
Seluruh rangkaian Seri Daerah akan ditutup dalam grand final pada 23 Agustus 2008 di Bandung.
Brand Manager A Mild, Toni Darusman menegaskan, peran dan keterlibatan pebiliar pemula dalam proses penciptaan dan percepatan prestasi olahraga biliar merupakan hal yang sangat krusial.
"Kami memahami betul akan hal tersebut. Karena itu lewat kolaborasi dengan PB POBSI, kami berinisiatif menyediakan medium bagi para pebiliar pemula untuk menunjukkan kebolehannya," katanya.
Diharapkan melalui kejuaraan tersebut muncul bibit-bibit pebiliar berbakat untuk dibina menjadi atlet berprestasi dan kelak dapat mengharumkan nama bangsa di arena internasional.
Ketua Umum PB POBSI, Tutuk Kurniawan, menyambut gembira bakal terealisasinya kegiatan tersebut, sebagai komitmen peningkatan prestasi olahraga bola sodok itu.
"Kami berharap aatlet-atlet juaranya nanti bisa menjadi talenta-talenta baru yang kemudian semakin terasah dan menjadi tulang punggung delegasi Indonesia di berbagai kegiatan internasional," ucapnya.
Babak kualifikasi kegiatan tersebut memberlakukan sistem gugur, minimal lima peserta dan maksimal 16 peserta dengan format "race to 1", dan babak utama juga sistem gugur format "race to 2" (alternatif break). Khusus semifinal dan final menggunakan "race to 3".
Distribusi hadiah dari total Rp10 juta, juara memperoleh Rp3 juta, runner-up Rp1 juta, peringkat III/IV masing-masing Rp600 ribu. Delapan besar masing-masing Rp400 ribu dan 16 besar a Rp200 ribu dan 32 besar a Rp100 ribu.
Juara dan Runner-Up di Seri Daerah berhak masuk babak Grand Final, 23 Agustus 2008 di Bandung (total 16 pebiliar). Penyisihan menggunakan "race to 4" (alternatif break). Khusus final menggunakan "race to 5".
Total hadiah mencapai Rp36 juta, dengan perincian juara Rp12 juta, runner-up Rp5 juta, peringkat III/IV masing-masing Rp2,5 juta, delapan besar a Rp1,5 juta, dan 16 besar a Rp1 juta. (kpl/rsd)