Hamad (47) memilih untuk tidak menandatangani perpanjangan kontrak setelah Irak dikalahkan Qatar 0-1 pada akhir pekan, dan dia mengatakan situasi politik dan keburukan organisasi menjadi alasan dirinya tidak mau lagi menjadi pelatih Irak.
"Ada beberapa masalah...itu dimulai dengan adanya sebuah larangan dari FIFA dan kami akan terus mendapat masalah pada masa mendatang," kata Hamad.
"Situasi sulit itu selalu ada di Irak, kami punya banyak masalah, saya memutuskan saya tidak ingin meneruskan tugas saya," tambahnya.
Irak berada di juru kunci grup dan Hamad mengambil alih posisi pelatih dari Egil Olsen dari Norwegia yang dipecat setelah hanya bertugas di tiga pertandingan karena menolak melatih tim dalam kondisi Irak yang rusuh.
Kendati sempat membawa Irak menjuarai Asia, pelatih sebelum Olsen, Jorvan Vieira juga keluar dari jabatannya dengan mengatakan dirinya mengalami stres terus.
Masalah Hamad terus menumpuk ketika FIFA menghukum Irak dari sepak bola internasional setelah pemerintah membubarkan federasi sepak bola negara tersebut di tengah jalan selama kampanye kualifikasi mereka. (kpl/rsd)