
Chriesten, begitu nama panggilannya, ketika ditemui di Hotel Lor In Solo seusai ikut dalam peragaan busana dalam rangka Malam Black and White Masquarade Hotel Lor In Solo mengatakan semua tak lepas dari peran orang tua maupun jenjang pendidikannya di Universitas Negeri Sebelas Maret Surakarta (UNS) jurusan bahasa Mandarin yang menempa dirinya sampai mahir dalam bahasa Mandarin.
Selain fasih dalam bahasa Mandarin, Chriesten yang mempunyai tinggi badan 165 cm sangat proporsional dengan berat badannya, juga mempunyai segudang prestasi. Beberapa raihan prestasinya antara lain Miss Kiranti, Miss Matahari, model fotogenik, dan berbagai cover majalah pernah memajang wajahnya.
Semua hasil prestasi tersebut bisa terwujud karena adanya bakat dan ditunjang oleh bimbingan desainer terkenal di kota Solo, Rory Wardana.
Saat ditanya kapan dirinya mulai terjun ke dunia hiburan, model yang sekarang menginjak usia 21 tahun ini mengatakan, "Sejak usia 18 tahun Mas, semua berkat bimbingan Rory Wardana yang tak lain adalah kakakku sendiri," bebernya.
Dalam menekuni dunia model, Chriesten memfavoritkan artis dan model Tamara ini sangat berharap studi dan karirnya di dunia model berimbang.
Pengalaman yang menurutnya sangat berkesan adalah ketika dia menjadi model video klip dari salah satu grup band, karena Chriesten harus ber-dance ria dalam lokasi benteng di bawah tanah. "Wah kelihatan sumpek sekali dan pengap," ujarnya, sambil menunjuk sebuah lokasi di daerah Jawa Barat. (kpl/agg)