Spanyol telah merebut sembilan kemenangan beruntun --menyamai rekor mereka-- sebelum mengalahkan Italia melalui adu penalti --yang dihitung sebagai hasil imbang-- dan Aragones menyatakan ia tidak akan mengubah taktik maupun pemainnya.
Rusia mengesankan semua orang saat menunjukkan kekuatan fisik mereka ketika mengalahkan Belanda pada perempat-final tetapi Aragones mengatakan ia tidak terlalu fokus pada hal itu.
"Tidak, kami tidak akan berubah. Fisik mereka memang sangat berkualitas tetapi kami juga begitu," jelasnya.
"Apa yang perlu kami ketahui adalah apa yang baik bagi kami. Saya percaya secara fisik mereka memang lebih bagus dibandingkan tim manapun di turnamen ini, tetapi kami harus menemukan kelemahan mereka dan memanfaatkan itu," tuturnya.
Aragones terkenal kerap bongkar-pasang pemain, tetapi dalam tiga pertandingan di Euro 2008 ia sama sekali tidak mengganti satu pun pemain intinya.
"Itu karena tidak ada yang cedera," jawabnya saat ditanya mengapa ia tidak mengganti satupun dari 11 pemain utamanya.
"Semua bisa berubah tetapi para pemain bekerja dengan baik dan jika seorang pelatih melihat sebuah tim bekerja bagus mengapa ia harus mengubahnya. Kalau tidak rusak, jangan diperbaiki," katanya.
Aragones juga yakin timnya akan menang meski Rusia menunjukkan perbaikan signifikan setelah kalah 1-4 dari Spanyol pada pertandingan penyisihan grup.
Pelatih berusia 69 tahun itu mengatakan ia puas bisa berhadapan dengan tim yang menampilkan permainan menyerang setelah menghadapi Italia yang sangat bertahan pada perempat-final.
"Rusia bermain sepak bola lebih terbuka, itu mungkin lebih baik untuk kami," jelasnya.
"Tetapi pemain mereka sangat cepat, luar biasa cepat. Kami harus bisa mengatasi itu. Kami harus bekerja sangat keras, tapi kami akan sampai ke final," tegas Aragones. (*/cax)