< >

Pejabat Daerah Tewas di Thailand Selatan

Jum'at, 27 Juni 2008 09:34
Kapanlagi.com - Seorang pejabat pemerintah daerah dan putranya tewas oleh tersangka pejuang di Thailand selatan, yang berpenduduk sebagian besar suku Melayu, kata polisi pada Kamis.

Pejabat berumur 41 tahun dan putranya berusia 23 tahun itu, keduanya warga Melayu, tewas sesudah pejuang tersebut menyerang rumah mereka di provinsi Narathiwat dan menembak dengan senapan serbu, kata polisi.

Lebih dari 3.300 orang tewas sejak kerusuhan perlawanan meledak pada Januari 2004 di selatan itu, yang merupakan kesultanan mandiri Melayu sampai Thailand, yang berpenduduk sebagian besar suku Siam, mencaploknya pada 1902 dan memicu berdasawarsa ketegangan.

Kebanyakan korban adalah penduduk, yang tinggal di sepanjang perbatasan Thailand selatan dengan Malaysia.

Pejuang itu sering menyasar warga Melayu, yang mereka curigai mendukung pemerintah di Bangkok.

Meskipun ada upaya berbagai pemerintah untuk mengatasi pertumpahan darah, keganasan perlawanan itu mencegah kemajuannya, dengan tak ada kelompok menyatakan bertanggung-jawab atau mengajukan tuntutan.

Delapan orang tewas pada Senin di Thailand selatan, yang berpenduduk sebagian besar suku Melayu, kata polisi, termasuk enam tersangka pejuang, yang tewas akibat baku tembak dengan pasukan keamanan.

Sekitar 100 tentara dan polisi menyerang desa di provinsi Yala, yang diduga berisi pejuang, yang berperang untuk mendirikan negara.

Sekelompok pejuang menembak pasukan itu, yang tembakan balasannya menewaskan orang berumur 22 dan 26 tahun.

Sisa tersangka pejuang itu lari, tapi pasukan keamanan tersebut menemukan beberapa dari mereka dan membunuh empat tersangka lain, sementara lima polisi luka akibat bentrok itu.

Juga pada Senin itu, dua laki-laki bersepeda motor menembak mati seorang wanita Melayu berumur 37 tahun di Yala, sementara di provinsi terdekat Pattani, seorang penjaja karet dibunuh dengan serangan serupa, kata pejabat setempat.

Pejuang pada tengah pekan lalu menewaskan empat orang, termasuk satu polisi kawakan dan anak lelaki berumur tiga tahun, dalam serangan di seluruh daerah rusuh Thailand selatan, yang berpenduduk sebagian besar Melayu, kata polisi.

Pejuang menyerang tiga pos terluar polisi di Pattani, satu dari tiga provinsi dilanda kerusuhan perlawanan maut sejak empat tahun lalu.

Polisi menyatakan serangan itu merupakan bagian dari upaya menarik pasukan tambahan ke pos terluar tersebut, sementara pejuang memasang bom kuat, yang meledak saat polisi kembali ke kedudukan mereka.

Ledakan itu menewaskan kepala penyelidik polisi setempat, Letnan Kolonel Narat Thepchalerm, bersama Sersan Pirasak Sungsomboon, kata mereka.

Ledakan itu menghasilkan lubang berlebar 2,2 meter dan dalam 80 sentimeter serta melukai lima polisi, satu di antara mereka gawat.

Di Yala, provinsi terdekatnya, pria Melayu berusia 45 tahun dan putra tiga tahunnya tewas sebelum fajar akibat penembakan berkendaraan saat mereka menuju perkebunan karet, tempat ayah itu akan menyadap, kata polisi.

Seorang laki-laki Siam ditembak di depan putrinya pada pekan sebelumnya, saat pejuang Melayu melancarkan serangan, yang menewaskan empat orang di seluruh Thailand selatan, kata polisi.

Laki-laki berumur 44 tahun itu tewas oleh penembakan berkendaraan sewaktu mengantar putrinya ke sekolah naik motor di provinsi Pattani, kata polisi.

Gadis itu selamat, tapi cedera akibat motornya jatuh. (*/cax)