< >

Helikopter Pasukan Koalisi Jatuh

Jum'at, 27 Juni 2008 09:54
Kapanlagi.com - Sebuah helikopter milik pasukan koalisi pimpinan AS jatuh di Afghanistan namun tidak ada prajurit yang terluka dan penyebab kejatuhannya masih diselidiki, kata militer AS, Kamis.

Namun, seorang juru bicara Taliban menyatakan, gerilyawan menembak jatuh helikopter itu dan menewaskan semua orang yang ada di dalamnya. Peristiwa itu terjadi di provinsi wilayah timur laut Kunar, yang berbatasan dengan Pakistan, pada Rabu.

"Tidak ada prajurit pasukan koalisi yang cedera serius dan mereka semua telah kembali dengan selamat dari tempat kejadian," kata militer AS dalam sebuah pernyataan. "Pesawat itu telah diamankan."

Seorang warga distrik Wata Pur mengatakan, ia melihat kobaran api dan asap hitam keluar dari sebuah helikopter yang sedang berusaha melakukan pendaratan.

Pasukan internasional yang berkekuatan 64.000 orang di Afghanistan sangat bergantung pada pesawat terbang untuk mengangkut pasukan dan perbekalan di penjuru-penjuru negara pegunungan itu.

Sementara itu, pasukan koalisi pimpinan AS membunuh sejumlah gerilyawan Taliban dalam serangan udara dan darat setelah mereka diserang di provinsi Kandahar, Afghanistan selatan, Rabu, kata militer AS dalam sebuah pernyataan.

Di provinsi berdekatan Zabul, pasukan Afghanistan yang didukung koalisi pimpinan Amerika membunuh sejumlah gerilyawan selama patroli rutin, kata militer AS.

Meski banyak gerilyawan menjadi korban serangan pasukan Afghanistan dan pasukan asing di Afghanistan, pemberontakan Taliban tidak menunjukkan tanda-tanda mereda.

Lebih dari 6.000 orang tewas dalam kekerasan yang terkait dengan pemberontakan itu tahun lalu saja.

Taliban, yang memerintah Afghanistan sejak 1996, mengobarkan pemberontakan sejak digulingkan dari kekuasaan di negara itu oleh invasi pimpinan AS pada 2001 karena menolak menyerahkan pemimpin Al-Qaeda Osama bin Laden, yang bertanggung jawab atas serangan-serangan di wilayah Amerika yang menewaskan sekitar 3.000 orang pada 11 September 2001.

Pasukan koalisi pimpinan AS dan pasukan ISAF pimpinan NATO berada di Afghanistan untuk membantu pemerintah presiden Hamid Karzai memerangi Taliban dan sekutu mereka.

Peningkatan jumlah korban akibat kekerasan yang dilakukan Taliban di Afghanistan telah membuat sejumlah negara berencana melakukan pengurangan atau penarikan pasukan yang tergabung dalam ISAF pimpinan NATO. (*/cax)