< >

Janjang Sawit Penimbul Lalat ke Pemukiman Warga

Jum'at, 27 Juni 2008 13:50
Kapanlagi.com - Sejumlah warga yang tinggal di sekitar perusahaan perkebunan dan pabrik pengolahan kelapa sawit PT Agro Muko memprotes perusahaan itu karena janjang sawit yang dibuang ke pokok tanaman menimbulkan kerumunan lalat yang merembet ke pemukiman warga.

"Kerumunan lalat sudah sampai ke pemukiman kami dan masuk ke rumah-rumah warga, kamu sangat terganggu," ungkap Agustami Sidik (58), warga Kelurahan Dusun Baru, Kecamatan Muko Muko Utara yang pemukimannya berbatasan dengan perkebunan milik PT AM.

Keadaan itu berlangsung sejak perusahaan modal asing itu mendirikan pabrik pada 1995 dan buangan rebusan buah sawit berupa janjang ditebarkan di sekitar pokok tanaman dengan tujuan untuk menyuburkan tanah.

Sejak itu pula kerumunan lalat mulai menghinggapi janjang tersebut dan semakin lama mulai muncul di pemukiman warga, khususnya di kelurahan tersebut yang didiami lebih dari 100 Kepala Keluarga (KK).

"Kami tidak meminta agar perusahaan menghentikan pembuangan janjang ke pokok tanaman, tapi jangan sampai menurunkan kualitas kesehatan lingkungan kami," katanya.

Menurut Sidik, warga pernah menyampaikan usulan ke manajemen perusahaan agar dilakukan penyemprotan untuk menurunkan populasi lalat tersebut, usulan ini pernah dipenuhi pihak perusahaan, namun tidak berhasil menurunkan jumlah lalat yang masuk ke rumah-rumah warga.

Jenis lalatnya pun tidak biasa, ukurannya besar-besar dan sering hinggap ke makanan, sebentar saja lengah lalat langsung menghinggapi makanan," ujar Sidik yang juga tokoh masyarakat setempat.

Akibatnya kata salah satu tokoh perjuangan pemekaran Kabupaten Muko Muko ini, tidak sedikit warga di kelurahan itu yang mengalami sakit perut dan mulas.

Ia meminta agar perusahaan segera mencarikan solusi untuk mengatasi masalah lalat karena warga sudah sangat terganggu.

Ahmad, warga lainnya mengaku khawatir terhadap kesehatan anak-anaknya akibat berterbangannya lalat dalam jumlah besar yang diduga berasal dari tumpukan janjang sawit di kebun PT AM.

"Sangat harus selalu mengingatkan anak-anak agar makanan harus selalu dalam kondisi tertutup, agar tidak dimasuki lalat yang ukurannya cukup besar," katanya.

Sementara itu, Kepala Seksi Analisa Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) yang juga Ketua Tim Teknis Amdal Kabupaten Muko Muko Epi Kusmaja mengaku pihaknya sudah meminta pihak perusahaan untuk menutup janjang sawit dengan solid kemudian ditimbun dengan tanah.

"Perusahaan berjanji akan segera menutup janjang dengan solid, kemudian ditimbun dengan tanah karena sudah ada pemenang tender untuk melakukan pekerjaan itu," katanya. (kpl/cax)