Berdasarkan prakiraan cuaca Balai Besar Meteorologi dan Geofisika (BBMG) Wilayah III Denpasar, Jumat, berlaku 24 jam, tinggi gelombang laut di Selat Bali maupun Selat Lombok yang sempat mencapai tiga meter, diperkirakan turun maksimal menjadi dua meter.
Sementara kawasan Laut Bali yang sebelumnya mencapai 3,5 meter akibat dampak siklon tropis Fengshen, juga turun 2,75 meter dan Samudera Hindia selatan Bali-Nusa tenggara yang sempat mencapai lima meter, menjadi hanya tiga meter.
Kepala Bidang Data dan Informasi BBMG Wilayah III Denpasar, H Sutrisno menyebutkan, secara umum cuaca sekitar Pulau Dewata berawan, angin dari timur dengan kecepatan 8-20 knots, turun dari sebelumnya mencapai 25 knots.
Cuaca kawasan timur Indonesia, seperti perairan utara NTB-NTT, Laut Flores dan Laut Timor, akan diwarnai terjadinya pembentukan awan dan berpotensi hujan ringan.
Hal ini sebagai dampak terjadinya tekanan rendah 1.001 milibar (Mb) di Hongkong dan pusaran angin Eddy di Kalimantan bagian barat.
Suhu udara sekitar Pulau Dewata berkisar 22-31 derajat Celcius, dengan kelembaban 69-90%, yang berarti tidak banyak berubah dibandingkan sebelumnya. Kondisi cuaca tersebut ditandai udara dingin pada malam hingga pagi hari.
Dari penyeberangan Ketapang (Banyuwangi) - Gilimanuk, diinformasikan arus kendaraan wisatawan yang menuju Pulau Dewata masih terus melimpah, sebanding dengan yang kembali ke Pulau Jawa.
Bus-bus wisata yang didominasi rombongan pelajar dari berbagai sekolah, sehari sebelumnya sempat terhambat di Ketapang maupun Gilimanuk, akibat cuaca buruk, dengan tinggi gelombang laut di Selat Bali lebih dari dua meter.
Operasional penyeberangan sempat dihentikan dua jam dan empat unit dari belasan kapal yang dioperasikan masuk docking, sehingga turut menghambat kelancaran arus penyeberangan.
Manajer Operasi ASDP Katapang, Kastari, maupun Manajer Operasi ASDP Gilimanuk, O Silaban, belum bisa diminta penjelasannya, karena masih rapat bersama pejabat baru Kepala Cabang ASDP Ketapang-Gilimanuk, Charda Damanik.
Melimpahnya arus kunjungan wisdom, terutama rombongan pelajar, terlihat dari lalu lalang bus wisata di berbagai jalanan di Bali, memenuhi areal Sentral Parkir Kuta, maupun yang sedang parkir berderet di halaman dan jalan sekitar hotel-hotel melati.
Di sejumlah hotel melati di kawasan Jalan Nangka, Gatot Subroto VI, hingga kawasan Jalan Cokroaminoto, Denpasar, deretan parkir bus rombongan pelajar itu terutama terlihat pada malam hari. (*/cax)