Pembatalan pencetakan buku itu menyusul hilangnya dua laptop dalam aksi perampokan yang terjadi di rumahnya di Jl Puri Mutiara III/13 Cilandak Jakarta Selatan, Senin (01/07).
"Sebenarnya saya sangat kecewa sekali. Seharusnya buku saya ini sudah naik cetak akhir pekan nanti. Tapi mau bagaimana lagi, rencana ini jadi batal deh,'' akunya di sela-sela syuting film ABORSI di SD Percontohan 03, Senen, Jakarta Pusat.
Dikatakan Happy, dua laptop yang ikut raib dalam aksi perampokan itu merupakan investasi yang sangat besar nilainya. Baik secara materi maupun intelektual. Mengingat di dalam laptop tersebut tersimpan buah pikiran dan karya tulisnya.
Ada dua tulisan penting karya Happy di dua laptop yang digondol perampok itu. Pertama, tulisan yang akan diterbitkan dalam bentuk buku. Kedua, tulisan dalam bentuk skenario film. Sayang untuk dua tulisan ini Happy masih tutup mulut. Baik untuk judul maupun materi yang diusung.
Disinggung tentang perkembangan penyelidikan peristiwa perampokan di rumahnya, Happy menjelaskan, berdasarkan keterangan pihak kepolisian, pelakunya sudah teridentifikasi. ''Pembantu laki-laki saya masih dimintai keterangan secara intensif. Terutama untuk melihat dan mencocokkan foto-foto pelaku kriminal yang dimiliki kepolisian. Siapa tahu salah satunya adalah pelaku perampokan di rumah saya,'' paparnya. (kpl/buj/rsd)
Lihat Profil: Happy Salma